Jakarta

Antisipasi Gejolak Harga Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Pemprov DKI Siap Gelar Pasar Murah

Laode Akbar | 10 Februari 2026, 17:41 WIB
Antisipasi Gejolak Harga Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Pemprov DKI Siap Gelar Pasar Murah

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan menggelar pasar murah sebagai langkah intervensi, jika terjadi gejolak harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa pasar murah merupakan instrumen penting Pemprov untuk menjaga stabilitas harga, terutama pada bulan-bulan ketika permintaan masyarakat meningkat tajam.

"Kami menyetujui bahwa kegiatan yang berkaitan dengan pasar murah untuk melakukan intervensi kalau memang kemudian ada gejolak di pasar, kami setuju untuk bisa dilakukan di Jakarta," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Konser Sheila on 7 di Panggung Infinite Live IIMS 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya di Sana

Ia menjelaskan, Pemprov juga memperkuat monitoring harga pangan, mulai dari beras, daging, LPG 3 kilogram, hingga komoditas yang kerap memicu inflasi seperti minyak goreng dan cabai.

Pemprov tetap mengaktifkan early warning system untuk mengantisipasi kenaikan harga secara cepat.

Gubernur Pramono memastikan bahwa stok pangan Jakarta saat ini berada dalam kondisi aman.

Berdasarkan laporan Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, cadangan pangan untuk menghadapi Ramadan, Idulfitri, dan hari-hari besar lainnya masih mencukupi.

"Jakarta dalam kondisi yang aman karena cadangannya mencukupi untuk itu," kata Pramono.

Baca Juga: Tempat Belajar Investasi Properti: Seminar dan Workshop Properti Pipo

Meski demikian, Pemprov tetap menyiapkan skenario intervensi. Salah satunya menggelar pasar murah di berbagai titik strategis bila ditemukan potensi lonjakan harga.

"Hampir semua komoditas di Jakarta sekarang ini relatif terkontrol dengan baik. Karena itu tidak perlu ada panic buying," tegas Pramono.

Ia juga menyinggung pengalaman kenaikan permintaan pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya yang sempat memicu kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan daging.

Politikus PDIP itu kembali menegaskan bahwa pasokan pangan ibu kota aman dan pemerintah akan hadir jika diperlukan.

Selain stabilitas harga, Pemprov juga memastikan pasokan dari daerah penopang Jakarta tetap lancar.

Jakarta membuka diri untuk menampung komoditas dari daerah yang terdampak bencana atau mengalami kelebihan produksi, seperti pembelian cabai dari Aceh beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Tak Perlu Panic Buying, Gubernur Pramono Jamin Stok Beras hingga Daging Aman Sampai Idul Fitri 2026

"Termasuk dalam kesempatan ini, Jakarta kan sudah bekerja sama secara rutin dengan daerah-daerah penyuplai utama kalau kemudian mau Idulfitri dan sebagainya," kata Pramono.

"Mungkin dalam beberapa hari ini saya atau Pak Wagub akan ke Cianjur untuk melihat itu ya panen raya," sambungnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
L