Jakarta

Meski Permintaan Naik, Gubernur Pramono Pastikan Program MBG Tak Ganggu Stok Pangan Ramadan 2026

Laode Akbar | 9 Februari 2026, 20:43 WIB
Meski Permintaan Naik, Gubernur Pramono Pastikan Program MBG Tak Ganggu Stok Pangan Ramadan 2026

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta Pramono Anung memastikan kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengganggu stabilitas pasokan pangan di ibu kota, termasuk menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Hal itu disampaikan Pramono usai menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemprov DKI dan BGN di Balairung, Balai Kota Jakarta, Senin (9/2/2026).

Pramono menegaskan bahwa pengalaman panjang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan membuat Jakarta berada dalam posisi aman dalam menghadapi potensi lonjakan kebutuhan.

Baca Juga: Perkuat Sinergi dengan BGN, Gubernur Pramono: Program MBG Investasi Masa Depan Jakarta

Ia memastikan tidak ada risiko kelangkaan maupun gejolak harga akibat peningkatan permintaan dari ratusan Sentra Penyediaan Pangan dan Gizi (SPPG).

"Kami meyakini tidak akan membuat kelangkaan di lapangan. BUMD di Jakarta sudah mempunyai pengalaman yang panjang dan luar biasa," kata Pramono.

"Jumlah konsumsinya juga relatif tidak mengalami kenaikan yang banyak, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran mengenai kelangkaan, harga naik, atau inflasi yang tidak terkontrol," imbuhnya.

Baca Juga: Dukung Raperda Sistem Pangan, Fraksi Golkar DKI: Harus Jadi Regulasi Strategis, Bukan Sekadar Administrasi

Menurutnya, justru kerja sama tersebut akan membawa keuntungan bagi BUMD karena ada kepastian pembelian bahan pangan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan program MBG.

"Kami sudah hitung, kami jamin bahwa kerja sama ini sangat menguntungkan BUMD. Karena ada kepastian pembelian," kata Pramono.

Terkait mekanisme teknis distribusi bahan pangan untuk SPPG, Pramono menyerahkan penjelasan lebih rinci kepada masing-masing BUMD yang terlibat.

"Nanti mekanismenya detailnya biar disampaikan oleh BUMD yang ada," ujar mantan Sekretaris Kabinet RI itu.

Penandatanganan kesepakatan antara BGN dan Pemprov DKI ini menjadi langkah lanjutan setelah program MBG di Jakarta menunjukkan percepatan signifikan dalam dua bulan terakhir.

Dengan semakin banyaknya SPPG yang beroperasi, pasokan yang stabil menjadi perhatian utama.

Namun Pramono menegaskan, kesiapan infrastruktur dan pengalaman manajerial Jakarta akan memastikan seluruh kebutuhan berjalan tanpa kendala.

"Ini semua sudah kami hitung dan kami yakini tidak akan ada persoalan di lapangan," tuturnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
L