Legislator Golkar Ramly HI Dorong Revitalisasi GOR Berusia Lebih dari 50 Tahun untuk Dukung Pembinaan Pemuda

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memprioritaskan revitalisasi Gelanggang Olahraga (GOR) yang telah berusia lebih dari 50 tahun.
Menurutnya, pembenahan fasilitas olahraga penting untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda.
Hal itu disampaikan Ramly saat menanggapi berbagai usulan yang muncul dalam pembahasan hasil reses DPRD DKI Jakarta.
Ia menyebut banyak fasilitas publik, termasuk GOR dan kantor Karang Taruna, yang kondisinya sudah tidak layak dan membutuhkan perhatian.
"Karang Taruna banyak yang sudah rusak, jadi memang harus diperbaiki. Kalau diperbaiki kan butuh anggaran. Apalagi GOR yang dibangun tahun 1973 pada saat zaman Gubernur Pak Ali Sadikin," kata Ramly kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Menurut Ramly, usia bangunan GOR yang sudah lebih dari lima dekade menjadi alasan kuat agar pemerintah segera melakukan revitalisasi.
"Kalau kita mau lihat umurnya 53 tahun. Nah, ibu kota. Masa ibu kota ada gedung yang 53 tahun? Enggak masuk akal itu. Itulah yang harus kita perjuangkan," ujarnya.
Ia menilai keberadaan GOR dan fasilitas Karang Taruna memiliki peran penting dalam mengakomodasi kegiatan positif masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
Dengan tersedianya sarana yang memadai, mereka diharapkan memiliki ruang untuk beraktivitas sehingga dapat mengurangi potensi kenakalan remaja, termasuk tawuran.
"Ya, rapat ini kan banyak yang diusulkan tentang reses itu. Seperti Karang Taruna kantornya. Banyak kelurahan yang belum ada kantor. Maka sepakat harus kita sisir semua. Anggaran terbatas, tapi kan kita menuju kepada pemuda-pemuda agar ikut kegiatan supaya jangan dia tawuran di luar," ucapnya.
Ramly mengatakan sulit mendorong pemuda aktif berkegiatan apabila fasilitas yang dibutuhkan tidak tersedia.
"Kita minta dia ikut bikin kegiatan tapi enggak ada tempatnya gimana?" katanya.
Selain GOR, Ramly menyebut berbagai usulan dalam pembahasan reses juga mencakup pengadaan sarana pendukung kegiatan masyarakat, seperti sound system yang dapat dimanfaatkan oleh majelis taklim maupun kegiatan warga lainnya.
Menurutnya, dalam penyusunan anggaran pemerintah perlu lebih mengutamakan kebutuhan yang langsung dirasakan masyarakat.
Anggota Komisi E itu menilai program-program berskala besar dapat ditunda, sementara anggaran untuk fasilitas penunjang kegiatan masyarakat tetap menjadi prioritas.
"Pembahasan tadi dari hati ke hati, kita harus untuk kepentingan masyarakat yang kita dahulukan. Kalau yang besar-besar ya kita coba tunda, tapi yang hibah-hibah kita sisir saja buat kepentingan masyarakat," tukas Ramly. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





