Daftar Bandara Alternatif 24 Jam, Selama Erupsi Anak Krakatau

AKURAT JAKARTA — Pemerintah saat ini mengoperasikan sejumlah bandara alternatif selama 24 jam penuh respon erupsi Gunung Anak Krakatau.
Diharapkan mobilitas masyarakat lancar setelah delapan bandara di sekitar Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Sumatra Bagian Selatan ditutup sementara.
Deretan bandara alternatif yang disiapkan meliputi Bandara Kertajati (Majalengka), Bandara Ahmad Yani (Semarang), Bandara Juanda (Surabaya), Yogyakarta International Airport (YIA), dan Bandara Adi Soemarmo (Solo).
"Kami memberikan alternatif kepada maskapai apabila ingin mengalihkan operasionalnya. Bandara Kertajati, Semarang, Juanda, YIA, dan Solo disiagakan beroperasi 24 jam," ujar Menhub Dudy Purwagandhi di Jakarta, Minggu (6/9).
Seluruh bandara alternatif tersebut bebas digunakan maskapai untuk proses pendaratan maupun keberangkatan selama kondisi operasional di delapan bandara terdampak masih membahayakan keselamatan penerbangan.
Adapun delapan bandara yang ditutup sementara hingga Minggu (6/9) pukul 23.59 WIB meliputi:
Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang)
Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
Bandara Radin Inten II (Lampung)
Bandara Husein Sastranegara (Bandung)
Bandara Budiarto (Curug, Tangerang)
Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan)
Bandara Taufik Kiemas (Pesisir Barat, Lampung)
Bandara Atung Bungsu (Pagar Alam, Sumsel)
Pemerintah memberikan keleluasaan penuh kepada maskapai untuk memilih bandara alternatif sesuai kebutuhan operasional, jadwal, dan kesiapan armada.
Guna mempermudah perpindahan moda, Kementerian Perhubungan berkoordinasi dengan InJourney Airports untuk menyediakan angkutan darat lanjutan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju bandara pengalihan secara gratis.
"Seluruh layanan transportasi darat, baik bus maupun kereta api menuju bandara alternatif, disediakan tanpa dipungut biaya. Ini bentuk pelayanan pemerintah kepada penumpang terdampak," tegas Menhub.
Informasi kepastian mengenai pengalihan penerbangan dan jadwal keberangkatan baru akan disampaikan langsung oleh masing-masing maskapai kepada calon penumpang.
Kendati demikian, pemerintah menyerahkan keputusan penuh kepada masyarakat untuk tetap melanjutkan perjalanan via bandara alternatif atau melakukan pembatalan (refund).
Pemerintah berharap penyediaan opsi ini dapat menjaga mobilitas masyarakat yang memiliki urusan mendesak tanpa mengesampingkan prioritas utama, yaitu keselamatan penerbangan.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






