Legislator Golkar Andri Santosa Tegaskan Ukuran Keberhasilan BUMD DKI Tak Cuma Soal Bisnis

AKURAT JAKARTA – Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis semata tidak cukup menjadi ukuran keberhasilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.
Hal tersebut disampaikan Andri usai Rapat Kerja Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta bersama jajaran BUMD DKI Jakarta dalam rangka pembahasan Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, kinerja BUMD tidak seharusnya hanya diukur berdasarkan besarnya aset, pendapatan, maupun aktivitas usaha yang dijalankan.
"Yang lebih penting adalah apakah perusahaan mampu tumbuh secara sehat, dikelola dengan tata kelola yang kuat, semakin mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi Jakarta," kata Andri.
Andri mengatakan, BUMD memiliki dua peran penting yang harus berjalan secara bersamaan. Selain dituntut sehat sebagai sebuah korporasi, BUMD juga harus mampu hadir sebagai instrumen pembangunan daerah.
Karena itu, ia mendorong adanya ukuran yang jelas terhadap setiap dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada BUMD, termasuk melalui penyertaan modal.
"Dalam rapat evaluasi kinerja BUMD, saya mendorong agar setiap penyertaan modal dan dukungan pemerintah memiliki target serta ukuran manfaat yang jelas," ujarnya.
Menurut Andri, pemerintah dan masyarakat perlu mengetahui sejauh mana investasi daerah yang digelontorkan kepada BUMD mampu memberikan dampak bagi pembangunan Jakarta.
Ia menilai keberhasilan BUMD pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan perusahaan secara internal, tetapi juga nilai yang mampu dikembalikan kepada daerah dan masyarakat.
"BUMD harus mampu menjawab dua hal sekaligus, sehat sebagai korporasi dan hadir sebagai instrumen pembangunan daerah," tegasnya.
Anggota Komisi B itu pun berharap evaluasi terhadap kinerja BUMD DKI ke depan tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan perusahaan.
Tata kelola yang kuat, kemandirian perusahaan, serta manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta juga harus menjadi perhatian utama.
"Pada akhirnya, ukuran keberhasilan BUMD bukan hanya seberapa besar perusahaan tumbuh, tetapi seberapa besar nilai yang kembali kepada Jakarta dan masyarakat," pungkas Andri. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 25 Oktober 2026: Duel Sengit di PreZero Arena
- 8Prediksi Skor Hull City vs Brentford di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Tigers Hentikan Ketajaman The Bees?
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih








