Pasca Digerebek Polda Metro Jaya, Gubernur Pramono Kerahkan Forkopimda Lakukan Penataan Kampung Bahari

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengerahkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Polda Metro Jaya dan TNI untuk menindaklanjuti penataan kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara.
Langkah tersebut dilakukan menyusul arahan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto, terkait penataan kawasan Kampung Bahari yang menjadi perhatian aparat kepolisian.
Pramono mengatakan, jajaran Forkopimda Jakarta Utara bersama kepolisian dan TNI telah turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti arahan tersebut.
Baca Juga: Gubernur Pramono Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Terlambat, Beberkan Ini Penyebabnya
"Yang pertama untuk Kampung Bahari kemarin Forkopimda Jakarta Utara bersama dengan Polda dan juga TNI dan seluruh Forkopimda yang ada sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti apa yang menjadi arahan dari Bapak Kapolda dan saya juga memerintahkan langsung untuk hal tersebut," kata Pramono di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta turut memberikan perhatian terhadap upaya penataan kawasan tersebut.
Bahkan, Pramono mengaku telah memberikan instruksi langsung agar arahan Kapolda dapat segera ditindaklanjuti.
Sebelumnya, Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026).
Sebanyak 1.800 personel gabungan dikerahkan dalam operasi pemberantasan peredaran narkoba tersebut.
Baca Juga: Pajero Sport 2027 Tetap Andalkan Mesin Diesel 2.4L dan Penggerak 4x4, Harganya Mulai Rp591 Juta?
Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto menekankan pentingnya penataan lingkungan di kawasan Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk mencegah kembali maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Dadang mengatakan, penanganan kawasan rawan narkoba tidak cukup hanya melalui penyisiran dan penegakan hukum. Diperlukan langkah lanjutan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.
"Penataan lingkungan sosial inilah yang perlu kerja sama sekaligus penyadaran masyarakat," kata Dadang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 3Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Kabar Gembira! BSU Rp 900 Ribu untuk Pekerja Cair November-Desember 2026, Ini Syarat Lengkapnya
- 7Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 8Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







