Jakarta

Slow Living: Rahasia Hidup Santai dan Hati Damai

Zainal Abidin | 16 Mei 2025, 09:00 WIB
Slow Living: Rahasia Hidup Santai dan Hati Damai

AKURAT JAKARTA - Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh tekanan, muncul tren gaya hidup bernama slow living.

Gaya hidup ini menekankan hidup yang lebih tenang dan sederhana, sehingga bermanfaat bagi kesehatan mental.

Selain itu gaya hidup ini membuat pikiran lebih rileks dan jauh dari perasaan cemas atau stres.

Baca Juga: Lezat tapi Berisiko, Inilah 3 Bahaya Mengonsumsi Telur Setengah Matang yang Patut Diwaspadai

Slow living adalah kebalikan dari hustle culture yang menuntut kita untuk terus bergerak tanpa henti.

Jika hustle culture membuat kita kelelahan karena terus mengejar target, slow living mengajak kita untuk memperlambat langkah, menikmati proses, dan fokus pada kualitas hidup.

Gaya hidup ini punya dampak luar biasa, terutama untuk kesehatan mental dan keseimbangan hidup.

Baca Juga: Dikenal Sebagai Deodoran Alami, Nyatanya Tawas Punya Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Cara Mulai Slow Living Tanpa Ribet

Bingung mulai dari mana? Berikut tiga langkah sederhana untuk memulai slow living:

1. Kurangi Overthinking

Baca Juga: Jarang Disukai, Ternyata Buah Mengkudu Punya 6 Manfaat Mengejutkan!

Fokus pada apa yang bisa kamu kontrol. Jangan terlalu banyak membandingkan hidupmu dengan orang lain.

2. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Ambil waktu sejenak dari rutinitas, lakukan hal yang kamu sukai tanpa gangguan.

Baca Juga: Kamu Suka Mager dan Kurang Gerak? Awas, 7 Penyakit Ini Mengintai Diam-Diam!

3. Kurangi Gadget & Sosial Media

Lakukan digital detox perlahan. Gantilah dengan ngobrol langsung, baca buku, atau sekadar duduk menikmati suasana.

Contoh Sederhana yang Bisa Dilakukan

Baca Juga: Kasus TBC di Jakarta Sangat Tinggi, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

• Mulai hari tanpa terburu-buru: bangun lebih awal, nikmati sarapan dengan tenang.

• Latih mindfulness: sadar dengan apa yang kamu rasakan dan alami saat ini.

• Belajar bilang “tidak”: kamu tidak harus menyenangkan semua orang dan fokus pada dirimu sendiri.

Baca Juga: Diet Sehat dan Aman Itu Nggak Harus Sengsara, Asal Tahu Triknya!

Manfaat Slow Living untuk Hidupmu

Gaya hidup ini bantu kamu lebih tenang, fokus, dan bahagia. Stres berkurang, tekanan darah turun, tidur lebih nyenyak. Kamu juga jadi lebih sadar terhadap lingkungan sekitar dan lebih menghargai hal-hal kecil dalam hidup.

Catatan Penting: Slow Living Bukan Malas!

Baca Juga: Pasangan Mulai Berubah? Inilah 5 Tanda Selingkuh yang Perlu Kamu Waspadai saat Menjalani LDR

Banyak yang salah paham. Slow living bukan berarti bermalas-malasan. Justru sebaliknya, kamu jadi lebih fokus, penuh perhatian, dan menghasilkan karya yang lebih bermakna.

Tidak Harus Dipaksakan

Ingat, slow living bukan untuk semua orang. Tapi kalau kamu ingin hidup yang lebih damai dan penuh makna, mungkin ini saatnya mencoba hidup lebih pelan.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.