Jakarta

Terhubung Tapi Kesepian, Ini 5 Pemicu Stres pada Gen Z yang Jarang Dibahas

Zainal Abidin | 24 Juli 2025, 10:45 WIB
Terhubung Tapi Kesepian, Ini 5 Pemicu Stres pada Gen Z yang Jarang Dibahas

AKURAT JAKARTA - Stres pada Gen Z bukanlah hal sepele yang bisa kamu anggap angin lalu.

Banyak faktor di balik layar yang secara perlahan menggerogoti ketenangan dan kesehatan mental generasi ini.

Stres yang dialami Gen Z kini menjadi isu serius dalam diskusi kesehatan mental.

Baca Juga: Waspada Bahaya Jengkol: Ketika Rasa Lezat Menyimpan Risiko Kesehatan

Berikut ini merupakan 5 pemicu stres pada Gen Z yang perlu diketahui.

1. Hustle culture

Salah satu pemicu Utama stress yang dialami oleh Gen Z disebabkan oleh hustle culture, budaya yang menuntut kamu untuk terus produktif tanpa henti.

Baca Juga: Bahaya Memberikan MPASI Terlalu Dini untuk Bayi di Bawah 6 Bulan

Rasa bersalah saat beristirahat, takut dianggap malas, atau khawatir tertinggal menjadi alasan utama banyak Gen Z merasa kelelahan.

Dalam sebuah survei, 68 persen Gen Z mengaku mengalami kelelahan ekstrem hanya karena merasa "harus terus bekerja".

2. Paparan media sosial

Baca Juga: Redakan Wasir Secara Alami: Solusi Sehat Tanpa Obat Kimia

Faktor kedua yang memicu stres adalah paparan media sosial.

Kamu mungkin tak sadar, tapi setiap kali melihat unggahan kehidupan ideal teman sebaya atau influencer, rasa kurang dan tidak cukup itu muncul.

Belum lagi tekanan untuk mendapatkan validasi melalui jumlah likes, views, dan komentar yang mengukur harga diri di dunia maya.

Baca Juga: Menggali Filosofi Spiritual dalam Silat Betawi

3. Kondisi negara

Kondisi negara juga jadi pemicu stres berikutnya.

Akses informasi yang luas membuat kamu lebih peduli pada isu sosial, politik, dan ketimpangan.

Baca Juga: Tiket Lari Habis dalam 40 Menit, Festival Musik Masih Ada! Yuk Meriahkan Pertamina Eco RunFest 2025

Sayangnya, kepedulian ini seringkali berubah menjadi beban mental saat perubahan yang diharapkan tak kunjung terjadi.

4. Pesimis memandang masa depan

Tak hanya itu, Gen Z juga dikenal lebih pesimis memandang masa depan.

Baca Juga: Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Awal Agustus, Keselamatan Pendaki Jadi Prioritas

Krisis iklim, pandemi, dan perkembangan teknologi seperti AI yang menggantikan pekerjaan membuat masa depan terasa semakin suram.

Kamu mungkin bertanya-tanya, “Apakah semua perjuangan ini akan ada hasilnya?”

5. Keterasingan

Baca Juga: Biar Nggak Nyasar! Ini Pembagian Maskapai Domestik di Bandara Soekarno Hatta Terbaru 2025

Yang tak kalah penting adalah rasa keterasingan.

Meskipun terkoneksi lewat internet, kamu justru semakin jarang terlibat dalam interaksi sosial yang nyata.

Terisolasi dan kesepian menjadi pemicu stres yang sulit dihindari dalam keseharian.

Baca Juga: Lovina Festival 2025: 4 Hari Penuh Hiburan, dari Tari Sakral hingga Kuliner di Buleleng Bali, Berlangsung Mulai Hari Ini!

Melihat lima faktor ini, penting buat kamu untuk mulai lebih peduli dengan kesehatan mental.

Menyadari penyebab stres bisa jadi langkah awal untuk mengatasinya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.