ASI Turunkan Risiko ISPA dan Diare pada Bayi, Ini Penjelasannya

AKURAT JAKARTA - Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi bukan hanya penting untuk memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga berperan besar dalam mencegah berbagai penyakit infeksi, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare.
Dua penyakit ini menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian bayi di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.
Berdasarkan informasi dari WHO, bayi yang tidak diberikan ASI secara eksklusif lebih rentan terserang infeksi pernapasan dan gangguan pencernaan seperti diare.
Baca Juga: 10 Manfaat Daun Katuk Bagi Kesehatan, dari Produksi ASI Hingga untuk Diet
Sebaliknya, pemberian ASI secara eksklusif dapat menurunkan risiko kematian akibat diare dan menurunkan resiko ISPA terhadap bayi.
Ini menunjukkan bahwa ASI punya manfaat besar untuk daya tahan tubuh karena mengandung lebih dari seribu zat aktif, seperti antibodi, enzim, dan hormon yang tidak ada dalam susu formula.
ASI mengandung berbagai zat antibodi penting, terutama Immunoglobulin A (IgA), yang berfungsi melapisi permukaan saluran napas dan usus bayi.
Baca Juga: Bahaya Memberikan MPASI Terlalu Dini untuk Bayi di Bawah 6 Bulan
Lapisan ini berfungsi sebagai pertahanan alami yang menghalangi bakteri dan virus untuk menempel dan masuk ke dalam tubuh.
Selain itu, ASI juga mengandung sel darah putih dan senyawa antimikroba lainnya yang membantu sistem kekebalan bayi melawan infeksi sejak awal kehidupan.
Dari sisi kebersihan, ASI sangat steril karena diberikan langsung dari ibu ke bayi tanpa risiko tercemar.
Baca Juga: Mengenal Refleks ATNR: Gerakan Otomatis Bayi yang Menentukan Masa Depan Motoriknya
Ini sangat penting dalam mencegah diare yang sering disebabkan oleh bakteri atau virus dari makanan atau minuman yang tidak steril.
Berbeda dengan susu formula yang memerlukan proses pencampuran air panas dan botol, ASI bebas dari risiko tersebut.
Tak hanya itu, ASI juga mengandung prebiotik alami yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.
Baca Juga: Minyak Telon Bisa Bikin Kulit Bayi Iritasi? Ini Cara Aman Memilihnya!
Keberadaan bakteri baik ini membantu menekan pertumbuhan mikroorganisme jahat yang bisa menyebabkan diare.
Para tenaga kesehatan sangat menyarankan ibu menyusui untuk memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan pertama, lalu dilanjutkan hingga usia dua tahun dengan makanan pendamping ASI (MPASI).
Dengan pemberian ASI yang optimal, tidak hanya nutrisi yang terpenuhi, tetapi daya tahan tubuh bayi juga diperkuat sejak dini.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 4Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







