Jakarta

Bahaya Penyakit Kolesterol dan Pentingnya Deteksi Dini

Zainal Abidin | 11 Agustus 2025, 09:27 WIB
Bahaya Penyakit Kolesterol dan Pentingnya Deteksi Dini

AKURAT JAKARTA - Kolesterol merupakan senyawa lemak yang secara alami terdapat dalam tubuh dan berperan penting dalam pembentukan hormon, vitamin D, serta membran sel.

Namun, kadar kolesterol yang tinggi, khususnya kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein (LDL), dapat menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan, termasuk penyakit jantung dan stroke.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai bahaya penyakit kolesterol dan pentingnya deteksi dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.

Baca Juga: Orang Kurus Bisa Terkena Kolesterol Tinggi, Apa Penyebabnya?

Penyakit kolesterol atau hiperkolesterolemia terjadi ketika kadar kolesterol dalam darah melewati batas normal.

Kondisi ini menyebabkan penumpukan plak pada dinding arteri, yang dikenal sebagai aterosklerosis.

Plak ini dapat mempersempit pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah ke jantung dan otak.

Baca Juga: 5 Penyakit yang Bisa Sembuh dengan Jalan Kaki, Nomor 3 Belum Banyak Orang Ketahui

Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini berpotensi menyebabkan serangan jantung, stroke, hingga kematian mendadak.

Gejala kolesterol tinggi sering kali tidak terlihat atau dirasakan pada tahap awal, sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisi mereka.

Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, merokok, dan gaya hidup tidak sehat.

Baca Juga: Semangka, Buah Surga yang Menyegarkan dan Bersahabat bagi Penderita Hipertensi

Upaya pencegahan kolesterol tinggi dapat dilakukan melalui perubahan pola hidup.

Konsumsi makanan rendah lemak jenuh dan kolesterol, peningkatan aktivitas fisik, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan merupakan langkah efektif.

Selain itu, pengelolaan stres dan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga membantu menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas aman.

Baca Juga: Waspada Tekanan Darah Tinggi di Usia Muda: Ini 7 Penyebab yang Perlu Diketahui

Dalam kasus tertentu, dokter mungkin meresepkan obat penurun kolesterol apabila perubahan gaya hidup belum mampu menurunkan kadar kolesterol secara signifikan.

Namun, penggunaan obat harus tetap di bawah pengawasan medis untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Secara keseluruhan, kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyakit kolesterol dan pentingnya deteksi dini menjadi kunci utama dalam pencegahan komplikasi serius yang dapat mengancam jiwa.

Baca Juga: Alternatif Alami untuk Meredakan Sesak Napas: Solusi Aman dan Mudah dari Rumah

Melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan pola hidup sehat, risiko penyakit kardiovaskular akibat kolesterol tinggi dapat diminimalisir secara signifikan.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.