Jakarta

Bahaya Tersembunyi di Balik Wadah Stereofoam yang Jarang Kamu Sadari

Zainal Abidin | 19 November 2025, 10:30 WIB
Bahaya Tersembunyi di Balik Wadah Stereofoam yang Jarang Kamu Sadari

AKURAT JAKARTA - Penggunaan styrofoam untuk tempat makanan dan minuman kini kembali menjadi perhatian publik, terutama bagi kamu yang sering membeli makanan cepat saji.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian mengaitkan penggunaan styrofoam untuk tempat makanan dan minuman dengan risiko kesehatan tertentu.

Tak heran jika topik styrofoam untuk tempat makanan dan minuman semakin sering dibicarakan, baik oleh ahli kesehatan maupun masyarakat yang mulai peduli pola hidup sehat.

Baca Juga: Tips Anti Kena Tipu Saat Kamu Sewa Apartemen dari Pemilik Asli

Styrofoam—atau polystyrene—sering dipilih karena ringan, murah, dan mampu menahan suhu.

Namun, kemudahan itu ternyata menyimpan risiko tersembunyi.

Salah satu masalah terbesar adalah potensi migrasi zat kimia berbahaya, seperti stirena, ketika wadah terkena panas dari makanan atau minuman.

Baca Juga: GEMS World Tour 2026: Josh Groban Bersama Raisa Meriahkan Valentine di Pacific Place Jakarta, Penjualan Tiket Dimulai Hari Ini

Zat ini dikhawatirkan dapat masuk ke tubuh dan mengganggu sistem saraf, hormon, serta berpotensi meningkatkan risiko kanker dalam jangka panjang.

Seorang ahli kesehatan lingkungan mengatakan, “Penggunaan styrofoam sebaiknya dihindari untuk makanan panas karena bisa meningkatkan pelepasan stirena.”

Kutipan tersebut menunjukkan bahwa risiko bukanlah sekadar isu, tetapi sudah menjadi perhatian serius dunia medis dan lingkungan.

Baca Juga: Swara Borobudur Fest 2025: Hadirkan Konser Musik, Balon Udara, Zumba Massal, hingga Pengajian Akbar, Cek Tanggal dan Lokasinya di Sini, Gratis!

Meski belum semua penelitian menunjukkan dampak akut, potensi risiko jangka panjang membuat banyak negara mulai membatasi atau melarang penggunaannya.

Selain berdampak pada tubuh kamu, limbah styrofoam juga menjadi masalah lingkungan yang hampir tidak bisa terurai.

Sampah jenis ini dapat bertahan ratusan tahun di alam dan berbahaya bagi biota laut yang bisa menelannya.

Baca Juga: Kudapan Sehat Ternyata Lebih Berbahaya? Ini 5 Tanda Makanan Kukusan Kamu Wajib Dibuang Segera

Kebiasaan penggunaan styrofoam secara masif lalu dibuang sembarangan memperburuk kualitas tanah dan perairan di sekitar kamu.

Sebagai masyarakat, kamu dapat mulai beralih ke wadah yang lebih aman seperti stainless steel, kaca, atau kertas food-grade.

Banyak pelaku UMKM dan restoran kini juga mulai sadar dan mengganti wadah mereka dengan bahan yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Rahasia Terbongkar! Cara Ajaib Bawa Durian ke Pesawat Tanpa Bau Menyengat, Dijamin Lolos

Langkah-langkah kecil seperti ini bisa membawa dampak besar dalam jangka panjang, baik untuk kesehatanmu maupun keberlangsungan lingkungan.

Dengan meningkatnya kesadaran dan edukasi, diharapkan penggunaan styrofoam dapat semakin berkurang.

Kamu sebagai konsumen memiliki kendali untuk menentukan wadah yang aman bagi tubuhmu.

Baca Juga: The 90’s Intimate Hadir di Jakarta dan Solo pada Februari 2026, Menampilkan Michael Learns To Rock, Peabo Bryson, dan Jim Brickman, Cek Harga Tiketnya

Kini, perubahan gaya hidup lebih sehat dapat dimulai dari pilihan sesederhana tidak lagi menggunakan styrofoam. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.