Bikin Tubuh Lebih Enteng, Berikut ini Daftar 9 Buah untuk Jaga Kebersihan Usus

AKURAT JAKARTA - Menjaga kebersihan usus bukan hanya tentang kesehatan pencernaan, dan banyak orang belum menyadari betapa besarnya manfaat menjaga area ini tetap optimal.
Kebersihan usus bahkan menjadi kunci tubuh dalam menyerap nutrisi dan membuang zat sisa secara efisien.
Karena itu, pembahasan mengenai kebersihan usus semakin menarik perhatian publik, terutama ketika pola makan modern memicu banyak keluhan pencernaan.
Kamu mungkin tidak menyangka bahwa masalah seperti perut kembung, bau mulut, atau perubahan berat badan bisa bersumber dari usus yang kurang bersih.
Pola makan tidak sehat, kurang minum air putih, serta konsumsi berlebihan makanan olahan dapat menyebabkan kotoran menumpuk di usus.
Kondisi ini bukan hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga bisa berdampak pada kulit kusam, kelelahan, gangguan tidur, dan intoleransi makanan.
Baca Juga: Rahasia Sarapan Sehat Usia 40 Tahunan, Hindari Lima Kesalahan Fatal Ini
Ahli bedah jantung, dr. Steven Gundry, menjelaskan bahwa tubuh perlu sesekali didetoks dengan buah-buahan.
Ia menegaskan bahwa usus yang kotor dapat memicu gangguan seperti sembelit, diare, perubahan nafsu makan, hingga masalah metabolisme.
Untuk mendukung proses detoks alami, berikut sembilan buah yang dapat membantu membersihkan usus dan meningkatkan kesehatan tubuhmu:
Baca Juga: Rahasia Mengapa Kereta Tak Butuh Sabuk Pengaman, Ini Fakta Di Baliknya yang Jarang Diketahui
1. Jeruk
Grapefruit, tangerine, dan kumquat secara alami rendah gula dan tinggi vitamin C.
Buah-buahan ini juga mengandung flavonoid, yaitu polifenol yang mendukung mikrobioma usus yang sehat.
Empulur putihnya jangan dibuang karena sangat padat nutrisi. Bahkan, kumquat bisa dimakan utuh beserta kulitnya.
Baca Juga: Terungkap! Kebiasaan Tamu yang Paling Dilihat Housekeeping di Hotel
2. Beri
Blueberry, raspberry, dan blackberry kaya serat dan polifenol namun rendah gula.
Pilihlah blueberry liar karena cenderung memiliki lebih banyak antioksidan dibanding blueberry berukuran besar yang biasa dijual di toko.
Baca Juga: Tiket Sepi dan Venue Tak Ideal, Konser Clean Bandit Resmi Ditunda
3. Delima
Delima kaya polifenol seperti punicalagin, yang dapat mendukung kesehatan jantung dan sel.
Buah ini relatif rendah gula dan bijinya memberikan serat ekstra, baik untuk usus dan metabolisme kamu.
Baca Juga: Jangan Salah Tulis, Kesalahan Nama di Paspor Bisa Berakibat Fatal untuk Rencana Liburanmu
4. Alpukat
Alpukat hampir bebas gula, kaya lemak tak jenuh tunggal, serat, dan kalium.
Buah ini mudah membuat kamu kenyang dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah.
Baca Juga: Dapur Aman Dimulai dari Spatula, Tips Penting Agar Kamu Tak Salah Pilih
Banyak orang memakannya setiap hari karena manfaatnya sangat besar.
5. Zaitun
Zaitun termasuk buah rendah gula yang kaya lemak sehat dan polifenol, terutama hidroksitirosol.
Baca Juga: Lima Buah Ajaib untuk Kendalikan Asam Urat Secara Alami
Itulah sebabnya zaitun dan minyak zaitun extra virgin sering direkomendasikan untuk mendukung kesehatan jantung, otak, dan usus.
6. Kiwi
Kiwi mengandung lebih sedikit gula dibanding banyak buah tropis dan kaya vitamin C, serat, serta antioksidan.
Baca Juga: Daftar Destinasi 2026 yang Mengejutkan Berdasarkan Data Pemesanan Dunia
Kandungan serotoninnya juga membantu meningkatkan kualitas tidurmu.
7. Pisang Hijau
Pisang hijau mengandung pati resisten, yaitu serat prebiotik yang menutrisi bakteri usus baik sekaligus menjaga gula darah tetap stabil.
Baca Juga: Ternyata Ini Spot Instagramable Terbaik di Penang, Bikin Foto Kamu Makin Aesthetic
Saat pisang matang, manfaat ini berkurang karena pati berubah menjadi gula.
8. Mangga Hijau
Mangga hijau menawarkan pati resisten, antioksidan, dan gula yang jauh lebih sedikit daripada mangga matang.
Buah ini baik untuk pencernaan dan metabolisme serta kaya vitamin C.
9. Markisa
Markisa lebih rendah gula dan kaya polifenol, vitamin A, dan serat.
Baca Juga: Langka, Dua Bunga Rafflesia Arnoldii Mekar Serempak di Rejang Lebong
Bijinya yang renyah menjadi prebiotik alami yang mendukung kesehatan usus. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








