Jakarta

Liburan Usai, Mood Turun, Kenali Apa itu Post Holiday Blues

Zainal Abidin | 7 Januari 2026, 10:00 WIB
Liburan Usai, Mood Turun, Kenali Apa itu Post Holiday Blues

AKURAT JAKARTA - Kamu mungkin merasa hampa, kehilangan energi, dan sulit fokus, padahal tubuh baru saja menikmati waktu istirahat.

Kondisi ini wajar terjadi, terutama setelah liburan panjang yang penuh aktivitas dan ekspektasi.

Liburan memang dikenal sebagai periode yang memberi kebebasan dari rutinitas, mempererat kebersamaan, dan memberi ruang bagi kamu untuk rehat dari tekanan pekerjaan.

Baca Juga: Kamu Bisa Masuk Museum Nasional Tanpa Bayar? Cek Syarat Resminya di Sini

Tidak heran bila banyak orang merasa lebih bahagia selama liburan.

Namun, saat aktivitas kembali normal, perubahan suasana hati kerap tidak terhindarkan.

Para pakar kesehatan mental menyebut fenomena ini sebagai post holiday blues, sebuah kondisi emosional sementara yang mampu memengaruhi produktivitas dan motivasi.

Baca Juga: Menyusuri Alam Semesta di Teater Bintang Planetarium Taman Ismail Marzuki

Secara ilmiah, riset tentang emosi setelah liburan memang masih terbatas, tetapi survei American Psychological Association menunjukkan sebagian besar orang lebih bahagia saat liburan, sekaligus merasa lebih mudah lelah.

Psikoterapis Angela Ficken menjelaskan bahwa post holiday blues adalah perasaan sedih, kehilangan semangat, atau kosong secara emosional setelah periode liburan berakhir.

Kondisi ini sering muncul karena berakhirnya momen kebersamaan dan keseruan yang sudah lama kamu nantikan.

Baca Juga: UPfinity, Wahana Kaca Modern di Tengah Kota Jakarta

Gejala Post Holiday Blues yang Perlu Kamu Sadari

  1. Rasa lelah berkepanjangan dan suasana hati mudah berubah.

  2. Sulit berkonsentrasi dan merasa pekerjaan terasa lebih berat dari biasanya.

  3. Motivasi menurun, diikuti masalah tidur dan jadwal makan yang tidak teratur.

  4. Dorongan untuk menarik diri dari lingkungan sosial dan nostalgia berlebihan terhadap masa liburan.

  5. Muncul rasa kesepian, kecemasan, hingga penyesalan terhadap hal-hal yang tidak sempat dilakukan saat liburan.

Baca Juga: Grand Waterfront Sedayu City, Keindahan Wisata Tepi Air Baru di Jakarta

Dampaknya pada Aktivitas Harian

  1. Produktivitas menurun karena fokus mudah buyar.

  2. Tugas terasa menumpuk sehingga kamu cenderung menunda pekerjaan.

  3. Kualitas kerja menurun dan suasana hati ikut memengaruhi orang di sekitarmu.

Baca Juga: Empat Tipe Orangtua yang Menguras Emosi Anak, Apakah Kamu Termasuk Korbannya?

Cara Sehat Menghadapinya

  1. Akui perasaanmu. Sedih setelah liburan bukan tanda kelemahan.

  2. Lakukan aktivitas ringan yang menyenangkan, seperti membaca, memasak, atau menonton film.

  3. Habiskan waktu di alam, berjalan santai, atau bermain dengan hewan peliharaan untuk menenangkan pikiran.

  4. Terlibat dalam kegiatan sosial atau sukarela agar kamu merasa kembali terhubung.

  5. Coba teknik emotional freedom technique (EFT) untuk membantu meredakan stres.

  6. Jaga tidur dan energi, termasuk power nap jika diperlukan.

  7. Lakukan awe walk, yaitu berjalan sambil mengamati hal-hal yang membangkitkan rasa kagum.

  8. Beri dirimu sesuatu untuk dinantikan, misalnya kursus baru atau hobi segar.

  9. Cari momen tertawa, karena humor membantu menurunkan stres.

Baca Juga: Tinggal Hitungan Hari, Avatar Experience di Senayan City Tutup 11 Januari 2026

Post holiday blues bukanlah gangguan mental serius, tetapi tetap perlu dikenali agar tidak mengganggu ritme hidupmu.

Dengan memberi waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beradaptasi, kamu bisa melewati fase ini secara lebih tenang dan sehat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.