Jakarta

Dongeng Anak: Kisah Anak Gembala Iseng dan Serigala

Zainal Abidin | 14 Januari 2026, 20:30 WIB
Dongeng Anak: Kisah Anak Gembala Iseng dan Serigala

AKURAT JAKARTA - Di sebuah desa yang tenang dan dikelilingi alam hijau yang luas, hiduplah seorang anak gembala yang setiap hari menemani kambing-kambingnya di padang rumput.

Hari-harinya tampak sederhana, namun tanpa disadari, sebuah kebiasaan kecil dapat membawa pelajaran besar.

Dongeng ini akan mengajak kita mengikuti kisah seorang anak yang gemar bercanda, hingga akhirnya belajar arti kejujuran dan kepercayaan.

Baca Juga: Haddad Alwi Bakal Kolaborasi dengan Danilla dan Pusakata di A Journey to Remember Vol.2, Cek Tanggal dan Tempatnya di Sini

Kisah berjudul "Kisah Anak Gembala Iseng Dan Serigala" ini diambil langsung dari Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat Jakarta.

Kisah Anak Gembala Iseng Dan Serigala

Di kaki sebuah bukit hijau yang luas, hiduplah seorang anak gembala bernama Gemba.

Baca Juga: South Quarter Dome Jakarta, Ruang Estetik Gratis dengan Vibes Singapura

Setiap hari ia menggembalakan puluhan kambing.

Pekerjaan Gemba sebenarnya tidak berat, tapi sangat membosankan.

Ia hanya duduk di bawah pohon sambil memperhatikan kambing-kambing yang makan rumput.

Baca Juga: Dongeng Anak: Kisah Pungguk Merindukan Bulan

Kadang-kadang, Gemba memainkan seruling bambunya untuk mengusir rasa bosan.

Suaranya merdu, tapi tak ada teman manusia yang bisa diajak bicara.

Suatu hari, Gemba mendapat ide iseng.

Baca Juga: Cabai Jawa, Rempah Nusantara yang Menyimpan Manfaat Kesehatan Alami bagi Tubuh

Ia berpikir akan seru kalau bisa membuat penduduk desa berlarian ke bukit.

“Hahaha, pasti lucu melihat mereka panik!” gumamnya.

Lalu Gemba berdiri dan berteriak keras, “Tolong! Tolong! Ada serigala! Serigala datang menyerang kambing!”

Baca Juga: Drama Politik AS dan Tensi Global Memanas, Harga Emas Dunia Cetak Rekor

Mendengar teriakan Gemba, warga desa berlarian ke arah bukit untuk membantu.

Tapi ketika mereka tiba di atas bukit, tidak ada serigala sama sekali.

Yang ada hanya Gemba yang tertawa terbahak-bahak sampai terpingkal-pingkal.

Baca Juga: Waspada Konsumsi Vitamin C Berlebihan di Musim Hujan

“Hahaha! Wajah kalian lucu sekali! Aku cuma bercanda!” kata Gemba sambil tertawa.

Warga menggeleng kesal dan pulang sambil menggerutu.

Keesokan harinya, Gemba kembali merasa bosan.

Baca Juga: Makanan Penjaga Kesehatan Usus, Kunci Pencernaan Sehat dan Daya Tahan Tubuh yang Lebih Kuat

Ia teringat betapa lucunya melihat orang-orang panik kemarin.

“Sekali lagi saja, pasti lebih seru,” pikirnya.

Gemba kembali berteriak keras, “Tolong! Ada serigala! Ada serigala!”

Baca Juga: Green Tea, Matcha, dan Hojicha: Memahami Perbedaan Teh Hijau untuk Kesehatan dan Kebutuhan Tubuh

Lagi-lagi warga desa berlari ke bukit.

ketika mereka sampai, tidak ada serigala, hanya Gemba yang tertawa lebih keras dari sebelumnya.

“Kau nakal sekali, Gemba! Kalau kau berbohong lagi, kami tidak akan percaya padamu!” kata salah satu warga senior dengan wajah tegas.

Baca Juga: Mengenal Super Flu, Gejala yang Perlu Diwaspadai, dan Cara Mencegah Penularannya

Beberapa hari kemudian, saat sore menjelang, Gemba melihat bayangan hitam bergerak di balik semak. Seekor serigala sungguhan muncul!

“Serigala! Serigala sungguhan!” teriak Gemba sekuat tenaga sambil melambaikan tangannya. Tapi kali ini, tidak ada yang datang.

Saat itu, serigala benar-benar menyerang kawanan kambing.

Baca Juga: Kombucha, Minuman Fermentasi Populer yang Dipercaya Baik untuk Kesehatan Tubuh

Hewan-hewan malang itu berlari ketakutan, tapi tak warga yang menolong mereka.

Tolong! Aku tidak bohong kali ini!” Tapi sudah terlambat, serigala membawa pergi beberapa biri-biri dan menghilang ke dalam hutan. Gemba menangis sejadi-jadinya. “

Sejak hari itu, Gemba tidak pernah lagi berbohong.

Baca Juga: Bonding Orang Tua dan Anak, Pilar Emosional bagi Kesehatan Mental Sejak Usia Dini

Ia sadar, kepercayaan yang rusak sulit diperbaiki.

Ia belajar bahwa sekali berbohong, kebenaran pun tak lagi dipercaya.

 

Dari peristiwa yang dialaminya, Gemba juga memahami bahwa kejujuran adalah hal yang sangat berharga.

Baca Juga: BTS Bakal Konser di Jakarta pada Desember 2026, Berikut Jadwal dan Rangkaian World Tour 2026–2027 di 34 Kota Besar di Dunia

Kepercayaan orang lain tidak bisa dibangun dengan kebohongan, apalagi dengan candaan yang menyakiti.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa berkata jujur adalah kunci agar kita selalu dipercaya dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Versi animasi Kisah Anak Gembala Iseng Dan Serigala ini bisa kamu tonton lewat LINK ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.