Catat! Ini Makanan Sehari-hari yang Ternyata Mengandung Sianida

AKURAT JAKARTA - Sianida hangat diperbincangkan masyarakat setelah kasus kematian Mirna Solihin yang menyeret nama Jessica Wongso diangkat mejadi film Ice Cold: Mudder, Coffe, dan Jessico Wongso.
Namun, tahukah kamu? Ternyata ada makanan sehari-hari yang secara alami mengandung sianida atau zat yang dapat menghasilkan sianida saat dikonsumsi.
Lantas, apa aja sih makanan? Berikut beberapa makanan sehari-hari yang mengandung atau menghasilkan sianida:
Baca Juga: Belajar dari Kasus Mirna yang Diangkat Jadi Film Ice Cold, Ini Gejala Keracunan Sianida
1. Singkong
Salah satu umbi-umbian yang cukup sering dikonsumsi masyarakat Indonesia ini mengandung glikosida sianogenik. Senyawa kimia itu dapat melepaskan zat sianida dalam tubuh saat dikonsumsi. Dan kulit singkong menjadi bagian yang paling banyak mengandung senyawa kimia ini.
Maka dari itu penting untuk mengolah dengan baik dan benar, sebelum mengonsumsinya. Hindari memakan singkong secara mentah-mentah. Dan pastikan untuk mengonsumsi dalam jumlah yang wajar alias tidak berlebihan, agar tetap aman.
2. Kacang Almond
Kacang almond pahit atau yang belum melalui proses pengolahan mengandung amigdalin glikosida, zat kimia yang dapat melepaskan racun sianida saat dikonsumsi.
Karenanya, untuk memastikan keamanan lebih baik mengonsumsi kacang almond yang telah melalui proses pengolahan, seperti dipanggang atau direbus. Namun, tetap perhatikan batas konsumsinya, jangan sampai berlebihan. Sebab, kacang almond olahan masih mengandung amigdalin glikosida namun kadarnya lebih rendah.
3. Apel
Buah bulat bercitarasa manis dan berwarna merah ini menjadi salah satu buah yang banyak digemari oleh masyarakat. Tapi tenang saja, apel tetap aman kok dikonsumsi!
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Bidara Cina dari Tragedi Berdarah dan Pohon Bidara
Zat sianida pada apel terdapat di bijinya. Sebab, biji apel mengandung zat amigdalin yang dapat melepaskan racun sianida saat dikonsumsi atau saat diproses di sistem pencernaan.
4. Ceri
Biji pada buah ceri mengandung glikosida sianogenik yang dapat berubah menjadi sianida ketika dikonsumsi. Diketahui setiap buah ceri mengandung 0,17 gram sianida pada bagian bijinya. Jadi pastikan sebelum mengonsumsi buah ceri, kalian membersihkan atau membuang bijinya dulu, ya!
5. Persik atau Aprikot
Meski jarang ditemukan dan dikonsumsi masyarakat Indonesia, biji buah persik atau aprikot diketahui mengandung zat glikosida sianogenik yang dapat berubah menjadi sianida ketika dikonsumsi. Kendati demikian, biji buah aprikot masih aman dikonsumsi jika dalam jumlah wajar dan batas aman.
Nah, di atas beberapa makanan sehari-hari yang mengandung atau menghasilkan sianida. So, pastikan sebelum mengonsumsinya, kalian mengolahnya dengan baik dan benar. Selain itu, pastikan juga mengonsumsi dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






