Jakarta

Ketika Cinta Tak Lagi Cukup, Inilah 10 Alasan yang Bikin Orang Pilih Selingkuh

Zainal Abidin | 7 November 2025, 21:00 WIB
Ketika Cinta Tak Lagi Cukup, Inilah 10 Alasan yang Bikin Orang Pilih Selingkuh

AKURAT JAKARTA - Perselingkuhan sering dianggap sebagai pengkhianatan terbesar dalam hubungan, tetapi di balik tindakan itu ada banyak alasan emosional yang jarang disadari.

Banyak orang berpikir seseorang berselingkuh karena sudah tidak mencintai pasangannya, padahal kenyataannya bisa jauh lebih rumit.

Dalam banyak kasus, penyebab utama perselingkuhan justru datang dari perasaan tidak dihargai, kesepian, dan kehilangan kedekatan emosional.

Baca Juga: Berkas Kasus Direktur Mecimapro Dinyatakan P21, Siap Disidangkan!

Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan emosional sering kali lebih berpengaruh daripada sekadar godaan fisik.

1. Merasa Tidak Dihargai atau Diabaikan

Ketika kamu merasa usahamu tak lagi diapresiasi, atau kehadiranmu dianggap biasa saja, kamu bisa saja mencari perhatian dari orang lain.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Kompak Naik: UBS dan Galeri24 Sentuh Level Tertinggi

Validasi sederhana, seperti dipuji atau didengarkan, sering menjadi awal dari perselingkuhan tanpa disadari.

2. Kesepian Meski Sedang Dalam Hubungan

Tak sedikit orang yang merasa sendirian meski sudah memiliki pasangan.

Baca Juga: Jangan Lupa! Konser WJF 2025 di Kiara Artha Park Bandung Minggu Besok, Ada The Changcuters, King Nassar, Doel Sumbang, Kunto Aji, hingga Dangdut Racun

Kurangnya komunikasi atau waktu berkualitas membuat hati terasa kosong dan mudah mencari kedekatan emosional dengan orang lain.

3. Mencari Perhatian dan Validasi Diri

Selingkuh tidak selalu karena kurang cinta, tapi karena ingin merasa diinginkan dan dikagumi.

Baca Juga: Nggak Selalu Salah! 7 Alasan Balikan Sama Mantan Bisa Jadi Langkah Tepat

Saat kamu merasa tidak lagi menarik di mata pasangan, perhatian kecil dari orang lain bisa menjadi candu emosional yang sulit dihindari.

4. Hubungan Dipenuhi Konflik

Pertengkaran berulang yang tidak pernah tuntas membuat seseorang mencari kedamaian di luar hubungan.

Baca Juga: Jelang Festival Belanja 11.11, Waspadai Jebakan Diskon! Begini Cara Belanja Online yang Aman dan Cerdas

Orang lain yang mendengarkan tanpa menghakimi bisa jadi pelarian emosional yang menenangkan.

5. Rasa Bosan dan Monoton

Ketika hubungan terasa datar dan kehilangan kehangatan, seseorang bisa tergoda mencari sensasi baru untuk merasa “hidup” kembali.

Baca Juga: 10 Cara Ampuh Atasi Mood Swing Saat PMS, Biar Emosi Tetap Stabil dan Nggak Gampang Meledak

6. Trauma atau Luka Emosional dari Masa Lalu

Pengalaman masa kecil yang penuh konflik atau rasa ditinggalkan bisa memengaruhi cara seseorang mencintai dan membuatnya mudah mencari pelarian emosional.

7. Ingin Merasa Dihargai Sebagai Individu

Baca Juga: 5 Tips Liburan Nyaman Bareng Orang Tua, Biar Momen Bersama eluarga Jadi Tak Terlupakan

Kadang seseorang merasa tenggelam dalam peran pasangan atau orang tua.

Perselingkuhan menjadi cara keliru untuk merasa bebas dan diakui sebagai diri sendiri.

8. Balas Dendam Emosional

Baca Juga: Dari Yunani ke UEA: Deretan Hukum Internasional Paling Aneh tapi Nyata

Bagi sebagian orang, berselingkuh adalah bentuk pelampiasan karena pernah disakiti.

Meski begitu, hal ini tak menyembuhkan luka—justru memperparahnya.

9. Kurangnya Keintiman Emosional

Baca Juga: 10 Wisata Gratis di Jakarta yang Bikin Kamu Serasa Liburan Mewah Tanpa Keluar Uang

Selingkuh tak selalu soal fisik.

Banyak kasus dimulai dari obrolan ringan yang berkembang menjadi kedekatan batin.

10. Tekanan Hidup dan Stres

Baca Juga: Tamu Hotel Paling Dibenci, Si “Perundung Check-in” yang Bikin Staf Ketar-ketir

Masalah pekerjaan atau tekanan ekonomi bisa mendorong seseorang mencari “zona aman” baru di luar hubungan resminya.

Dari berbagai alasan itu, satu hal yang jelas: perselingkuhan bukan hanya masalah cinta, tapi juga tentang kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.