Jakarta

Dongeng Anak: Kura-kura dan Monyet Jahil yang Kena Batunya

Zainal Abidin | 15 Januari 2026, 21:20 WIB
Dongeng Anak: Kura-kura dan Monyet Jahil yang Kena Batunya

AKURAT JAKARTA - Di tengah hutan yang hijau dan penuh kehidupan, setiap makhluk memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda-beda.

Ada yang sabar dan berhati lembut, ada pula yang lincah namun gemar berbuat jahil.

Dongeng berikut akan membawa kita menyelami kisah persahabatan dua hewan yang tampak akrab, tetapi menyimpan pelajaran penting tentang kejujuran, rasa empati, dan akibat dari perbuatan sendiri.

Baca Juga: Waspada Konsumsi Vitamin C Berlebihan di Musim Hujan

Dongeng berjudul "Kura-kura dan Monyet Jahil Yang Kena Batunya" ini diambil langsung dari channel Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat Jakarta.

Kura-kura dan Monyet Jahil yang Kena Batunya

Di dalam sebuah hutan yang rimbun dan damai, hiduplah dua sahabat unik: Seekor kura-kura yang tenang dan sabar, dan seekor monyet yang lincah, gesit, tetapi terkenal suka berbuat jahil.

Baca Juga: Mengenal Super Flu, Gejala yang Perlu Diwaspadai, dan Cara Mencegah Penularannya

Meski berbeda sifat, keduanya selalu bermain bersama.

Kura-kura selalu berjalan pelan, penuh ketelitian, dan tidak pernah marah.

Sementara si monyet selalu bergerak cepat, memanjat, melompat, dan kadang membuat ulah kecil hanya untuk bersenang-senang.

Baca Juga: Green Tea, Matcha, dan Hojicha: Memahami Perbedaan Teh Hijau untuk Kesehatan dan Kebutuhan Tubuh

Suatu hari, monyet kembali membuat rencana jahil.

Dia pura-pura jatuh dari dahan pohon, lalu memegangi kakinya sambil meringis kesakitan.

“Aduh kakiku... aku nggak bisa jalan!” keluhnya dramatis.

Baca Juga: KLBB Festival 2026 Kembali Hadir di Stadion Madya GBK pada Akhir Februari, Hadirkan 11 Musisi Top Indonesia, Berikut Daftarnya

Kura-kura yang baik hati langsung mendekat dengan wajah cemas.

“Ayo naik di punggungku, aku bantu antar kamu pulang,” katanya tanpa ragu.

Monyet tersenyum senang melihat rencananya berhasil.

Baca Juga: Kombucha, Minuman Fermentasi Populer yang Dipercaya Baik untuk Kesehatan Tubuh

Ia naik ke punggung kura-kura sambil berkata manis, “Kamu memang sahabat terbaik. Tempurungmu keras dan nyaman sekali.”

Beberapa hari kemudian, monyet tiba-tiba muncul sambil berlari ketakutan, melompat dari satu pohon ke pohon lainnya.

“Kura-kura! Sembunyi cepat!” teriaknya.

Baca Juga: Bonding Orang Tua dan Anak, Pilar Emosional bagi Kesehatan Mental Sejak Usia Dini

Tanpa bertanya banyak, kura-kura berusaha ikut berlari.

Tapi karena jalannya lambat, ia akhirnya tertangkap oleh seorang pemburu.

Kura-kura dibawa ke pos persinggahan dan dimasukkan ke dalam kandang.

Baca Juga: BTS Bakal Konser di Jakarta pada Desember 2026, Berikut Jadwal dan Rangkaian World Tour 2026–2027 di 34 Kota Besar di Dunia

Di sana, ia diberi banyak makanan seperti pisang, tomat, dan pepaya.

Meski takut, rasa laparnya lebih besar.

Kura-kura akhirnya makan dengan lahap sambil berharap ada keajaiban yang menolongnya keluar dari situ.

Baca Juga: Dongeng Anak: Kisah Anak Gembala Iseng dan Serigala

Dari kejauhan, monyet melihat banyak makanan di kandang itu.

Bukannya kasihan, ia malah cemburu.

“Wah, enaknya dia... makanannya banyak!” gumamnya.

Baca Juga: Nihi Sumba, Resor Terbaik di Dunia yang Berada di Indonesia

Monyet mendekat dan bertanya, “Hei kura-kura, kok kamu dikasih makanan enak sebanyak itu?”

Kura-kura menjawab polos, “Entahlah, mungkin pemburunya baik padaku.”

Monyet lalu membuat rencana baru.

Baca Juga: Nihi Sumba, Resor Terbaik di Dunia yang Berada di Indonesia

“Kamu pasti kangen keluargamu, kan? Sudah seharian kamu di sini. Biar aku gantikan sebentar. Kamu keluar saja dulu.”

Tanpa curiga, kura-kura setuju.

Monyet cepat-cepat membuka pintu kandang dan membiarkan kura-kura keluar.

Baca Juga: Museum Angkut Batu, Wisata Edukatif Transportasi Dunia dalam Satu Kawasan Ikonik

Lalu ia masuk menggantikan posisi kura-kura dan langsung makan lahap.

“Asyik! Banyak makanan. Tidak perlu capek cari makan lagi!” seru monyet terus melahap buah-buahan.

Karena terlalu kenyang, ia pun tertidur pulas di dalam kandang.

Baca Juga: Marine Safari Bali: Taman Laut Terbesar di Indonesia, Destinasi Wisata yang Menakjubkan

Menjelang malam, pemburu kembali.

Ia kaget karena yang ada di dalam kandang bukan kura-kura, tapi monyet gemuk yang sedang tidur.

Pemburu tertawa puas. “Wah, hari ini aku lebih beruntung! Dagingnya pasti lebih banyak!” serunya.

Baca Juga: Brotowali, Si Pahit yang Menyimpan Khasiat Kesehatan Besar dari Alam Indonesia

Malam itu, monyet pun tak pernah terlihat lagi oleh penghuni hutan.

Kura-kura sangat sedih kehilangan sahabatnya, begitu pula kawanan monyet lain.

Namun dari peristiwa itu, seluruh hutan belajar satu hal: kejahilan dan kebohongan selalu kembali pada pelakunya.

Baca Juga: Kabar Terbaru! Fanmeeting dan Konser Hearts2Hearts di Jakarta Digelar di Tennis Indoor Senayan pada 28 Maret 2026, Nantikan Penjualan Tiketnya

 

Kisah kura-kura dan monyet ini menjadi pengingat bahwa kebaikan hati tidak seharusnya disalahgunakan.

Kejahilan dan keserakahan mungkin terasa menyenangkan sesaat, tetapi selalu meninggalkan akibat yang menyakitkan.

Dari hutan yang kembali sunyi itu, semua makhluk belajar bahwa bersikap jujur, setia kawan, dan menghargai kebaikan adalah bekal terpenting dalam menjalani hidup. 

Baca Juga: Pasar Modal Cetak Rekor, Rupiah Parkir di Level Rp16.865 per Dolar AS

Versi animasi Kura-kura dan Monyet Jahil yang Kena Batunya ini bisa kamu tonton lewat LINK ini. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.