Puasa Tak Hanya Ibadah, Ini 7 Manfaat Puasa yang Didukung Penelitian Ilmiah

AKURAT JAKARTA - Puasa yang dilakukan secara teratur dan disertai asupan nutrisi yang tepat dapat memberikan dampak positif bagi tubuh.
Sejumlah penelitian serta penjelasan otoritas kesehatan menunjukkan bahwa pembatasan waktu makan memberi kesempatan tubuh melakukan pemulihan alami.
Namun, manfaat ini akan optimal jika kamu tetap menjaga kualitas makanan saat sahur dan berbuka.
Baca Juga: Anti Panik di Pelabuhan! 7 Tips Mudik Naik Kapal Laut Lebih Nyaman
Berikut tujuh manfaat puasa bagi kesehatan.
1. Memberi Waktu Istirahat bagi Sistem Pencernaan
Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Minggu (22/2/2026), puasa memberi kesempatan organ pencernaan beristirahat.
Baca Juga: Anti Panik Jelang Mudik, Terapkan 7 Strategi Tiket Pesawat Ini
Saat kamu tidak mengonsumsi makanan dalam periode tertentu, tubuh memiliki waktu untuk melakukan pemulihan alami.
2. Menjaga Kesehatan Kulit dan Imunitas
Puasa membantu metabolisme lebih terkontrol sehingga daya tahan tubuh meningkat.
Baca Juga: Simak Kebiasaan yang Bisa Datangkan Pahala Berlipat Saat Berbuka Puasa
Dengan pola makan tepat saat sahur dan berbuka, tubuh lebih optimal memperbaiki sel-sel yang rusak.
3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Pengendalian hormon stres seperti katekolamin saat puasa dapat membantu menurunkan risiko gangguan kardiovaskular, termasuk serangan jantung, terutama jika kamu menerapkan gaya hidup sehat.
Baca Juga: Sering Dikonsumsi, 4 Makanan dan Minuman Ini Diduga Terkontaminasi Mikroplastik
4. Membantu Mengontrol Berat Badan
Waktu makan yang terbatas selama Ramadan menciptakan defisit kalori alami.
Kondisi ini membantu menurunkan berat badan, khususnya pada kamu yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) tinggi.
Baca Juga: Stop Bergantung pada Kopi! Ini 4 Minuman Bikin Melek Tanpa Efek Samping
5. Menurunkan Gula Darah dan Kolesterol
Penelitian dalam e-Journal Kedokteran Indonesia (eJKI) Universitas Indonesia terhadap guru sekolah dasar di Medan menunjukkan kolesterol turun dari rata-rata 224,2 mg/dL menjadi 201,75 mg/dL setelah puasa Ramadan.
Kadar gula darah juga mengalami penurunan bermakna, sejalan dengan temuan bahwa puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin.
Baca Juga: Tanpa Obat, Ini 5 Kebiasaan Sederhana untuk Cegah Diabetes
6. Mendorong Proses Detoksifikasi Alami
Puasa memicu autophagy, yaitu mekanisme tubuh membersihkan sel rusak dan zat berbahaya.
Namun, penelitian eJKI juga mencatat potensi kenaikan asam urat akibat perubahan pola makan dan kurang cairan, sehingga kamu perlu menjaga hidrasi.
Baca Juga: Deretan Takjil Sehat Ramadhan 2026 yang Lebih Ringan di Perut
7. Meningkatkan dan Melindungi Fungsi Otak
Puasa memicu produksi brain-derived neurotrophic factor (BDNF), protein yang mendukung pertumbuhan dan perlindungan sel saraf.
Peningkatan BDNF membantu konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan belajar.
Baca Juga: Jangan Sembarangan! Ini Makanan yang Perlu Kamu Hindari Saat Berbuka Puasa
Meski memiliki banyak manfaat, kamu yang memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes berat, penyakit jantung koroner, atau gangguan ginjal tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum berpuasa agar tetap aman dan optimal. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









