Jakarta

Kenyang Tapi Kekurangan Gizi? Waspada Kelaparan Tersembunyi pada Anak

Anggerhana Denni Rahmawati | 18 Februari 2026, 12:15 WIB
Kenyang Tapi Kekurangan Gizi? Waspada Kelaparan Tersembunyi pada Anak

AKURAT JAKARTA - Anak terlihat sehat, tapi kekurangan gizi?

Kondisi anak terlihat sehat, tapi kekurangan gizi ini dikenal sebagai kelaparan tersembunyi.

Banyak orang tua belum menyadari bahwa anak terlihat sehat, tapi kekurangan gizi karena gejalanya tidak selalu tampak dari luar.

Baca Juga: Sering Salah Kaprah, Ini 7 Fakta Soal Mencuci Beras yang Perlu Diketahui

Padahal, dampaknya bisa memengaruhi tumbuh kembang si kecil.

Faktanya, kekurangan gizi pada anak tidak selalu terlihat dari penampilan fisiknya.

Dikutip dari Health Shots, Rabu (18/2), kelaparan tersembunyi menjadi masalah yang diam-diam namun signifikan di antara banyak anak selama masa pertumbuhan mereka.

Baca Juga: Tak Perlu Renovasi, 6 Tips Feng Shui Ini Bikin Rumah Lebih Harmonis

Meski tampak cukup makan tetapi kekurangan nutrisi, contohnya kasus seperti di mana anak-anak tampak sehat, mengonsumsi kalori yang cukup, tetapi kekurangan mikronutrien, yuk intip penyebabnya.

Salah satu pemicunya adalah konsumsi makanan olahan yang berlebihan.

Camilan manis, minuman berpemanis, makanan cepat saji, hingga produk kemasan memang tinggi kalori, tetapi miskin vitamin dan mineral.

Baca Juga: Boleh Dicoba, Menjelajah Kuliner dalam Tren Open Trip Depok, Mulai Warung Artis hingga Ruang Interaksi

Akibatnya, anak merasa kenyang, namun kebutuhan zat gizi penting tidak terpenuhi.

Kebiasaan makan pilih-pilih juga memperparah kondisi.

Jika dibiarkan, anak hanya mau mengonsumsi makanan tertentu dan menghindari sayur, buah, atau sumber protein.

Baca Juga: 5 Cara Cerdas Fokus Belajar dari Rumah Tanpa Terganggu

Pola makan yang monoton ini membuat asupan nutrisi menjadi tidak seimbang.

Selain itu, iklan makanan dengan kemasan menarik dan label seperti “alami” atau “sehat” sering mengecoh.

Ditambah gaya hidup orang tua yang sibuk, makanan praktis pun menjadi pilihan utama meski kandungan gizinya kurang optimal.

Baca Juga: Rahasia Pagi Lebih Tenang Ternyata Dimulai dari 7 Kebiasaan Ini

Karena itu, kamu perlu lebih teliti dalam menyusun menu harian anak.

Pastikan asupan protein, sayur, buah, dan biji-bijian terpenuhi agar tumbuh kembangnya tetap optimal. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.