Kenyang Tapi Kekurangan Gizi? Waspada Kelaparan Tersembunyi pada Anak

AKURAT JAKARTA - Anak terlihat sehat, tapi kekurangan gizi?
Kondisi anak terlihat sehat, tapi kekurangan gizi ini dikenal sebagai kelaparan tersembunyi.
Banyak orang tua belum menyadari bahwa anak terlihat sehat, tapi kekurangan gizi karena gejalanya tidak selalu tampak dari luar.
Baca Juga: Sering Salah Kaprah, Ini 7 Fakta Soal Mencuci Beras yang Perlu Diketahui
Padahal, dampaknya bisa memengaruhi tumbuh kembang si kecil.
Faktanya, kekurangan gizi pada anak tidak selalu terlihat dari penampilan fisiknya.
Dikutip dari Health Shots, Rabu (18/2), kelaparan tersembunyi menjadi masalah yang diam-diam namun signifikan di antara banyak anak selama masa pertumbuhan mereka.
Baca Juga: Tak Perlu Renovasi, 6 Tips Feng Shui Ini Bikin Rumah Lebih Harmonis
Meski tampak cukup makan tetapi kekurangan nutrisi, contohnya kasus seperti di mana anak-anak tampak sehat, mengonsumsi kalori yang cukup, tetapi kekurangan mikronutrien, yuk intip penyebabnya.
Salah satu pemicunya adalah konsumsi makanan olahan yang berlebihan.
Camilan manis, minuman berpemanis, makanan cepat saji, hingga produk kemasan memang tinggi kalori, tetapi miskin vitamin dan mineral.
Akibatnya, anak merasa kenyang, namun kebutuhan zat gizi penting tidak terpenuhi.
Kebiasaan makan pilih-pilih juga memperparah kondisi.
Jika dibiarkan, anak hanya mau mengonsumsi makanan tertentu dan menghindari sayur, buah, atau sumber protein.
Baca Juga: 5 Cara Cerdas Fokus Belajar dari Rumah Tanpa Terganggu
Pola makan yang monoton ini membuat asupan nutrisi menjadi tidak seimbang.
Selain itu, iklan makanan dengan kemasan menarik dan label seperti “alami” atau “sehat” sering mengecoh.
Ditambah gaya hidup orang tua yang sibuk, makanan praktis pun menjadi pilihan utama meski kandungan gizinya kurang optimal.
Baca Juga: Rahasia Pagi Lebih Tenang Ternyata Dimulai dari 7 Kebiasaan Ini
Karena itu, kamu perlu lebih teliti dalam menyusun menu harian anak.
Pastikan asupan protein, sayur, buah, dan biji-bijian terpenuhi agar tumbuh kembangnya tetap optimal. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








