Jakarta

5 Tips Mendaki Gunung Saat Puasa, Kuat Sampai Puncak Tanpa Batal

Anggerhana Denni Rahmawati | 28 Februari 2026, 11:15 WIB
5 Tips Mendaki Gunung Saat Puasa, Kuat Sampai Puncak Tanpa Batal
Ilustrasi mendaki gunung saat sedang berpuasa.

AKURAT JAKARTA - Mendaki gunung saat berpuasa memang menantang karena tubuh tidak mendapat asupan cairan dan makanan sepanjang hari.

Karena itu, persiapan matang menjadi kunci utama.

Berikut beberapa tips yang bisa kamu perhatikan sebelum dan selama pendakian.

Baca Juga: 3 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dimakan Mentah, Nomor 2 Bisa Berisiko Serius!

1. Pastikan Kondisi Tubuh Benar-Benar Fit

Sebelum mendaki, pastikan kondisi kesehatan kamu dalam keadaan baik.

Puasa membuat tubuh lebih rentan lelah sehingga stamina harus dipersiapkan sejak jauh hari.

Baca Juga: Lokasi di Depan Masjid, Harga Ramah: Ramadhan Fest PIK 2 Jadi Favorit

Lakukan latihan ringan seperti jogging atau bersepeda beberapa minggu sebelumnya agar fisik lebih siap.

Jika kamu memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya pertimbangkan kembali rencana pendakian demi keselamatan.

2. Pilih Gunung dan Jalur yang Ramah

Baca Juga: Israel Desak AS Lancarkan Serangan Militer Komprehensif ke Iran, Tolak Diplomasi Trump

Memilih gunung dengan trek yang tidak terlalu ekstrem sangat disarankan.

Jalur yang terlalu panjang dan terjal dapat menguras energi lebih cepat.

Gunung seperti Gunung Prau dan Gunung Andong dikenal memiliki jalur relatif singkat dan cocok untuk pendakian ringan.

Baca Juga: Prediksi Skor Hoffenheim vs St Pauli di Bundesliga, 28 Februari 2026: Ujian Die Kraichgauer Pertahankan Tren Kandang

Opsi tektok atau pendakian satu hari juga bisa menjadi pilihan agar tubuh tidak terlalu terbebani.

3. Perhatikan Menu Sahur dan Berbuka

Asupan sahur sangat menentukan daya tahan tubuh.

Baca Juga: Prediksi Skor Burnley vs Brentford di Premier League, 28 Februari 2026: Ujian Berat The Clarets Hadapi Ketajaman Tandang The Bees

Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah serta lauk berprotein seperti telur atau ayam agar energi bertahan lebih lama.

Buah seperti pisang atau kurma juga membantu menambah tenaga.

Saat berbuka, dahulukan makanan ringan dan mudah dicerna seperti kurma, sup hangat, dan air putih agar tubuh kembali segar tanpa terasa begah.

Baca Juga: Kritik Pengelolaan Sampah Pasar di Jakarta, Legislator Golkar Basri Baco: Jangan Fokus di Hilir Terus!

4. Siapkan Perlengkapan Secara Matang

Perlengkapan yang tepat membuat perjalanan lebih nyaman.

Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan jaket tahan angin untuk menghadapi perubahan suhu.

Baca Juga: Prediksi Skor Liverpool vs West Ham di Premier League, 28 Februari 2026: Misi The Reds Jaga Asa Zona UCL

Jangan lupa membawa sajadah lipat, headlamp, powerbank, dan kotak P3K.

Pastikan semua perlengkapan dalam kondisi baik sebelum berangkat.

5. Atur Waktu dan Energi

Mulailah pendakian setelah sahur agar kamu memanfaatkan energi yang masih penuh.

Baca Juga: Sambut Tamu di Hari Lebaran Tanpa Khawatir, Ini Tips Menata Ruang Tamu Sempit Terlihat Lebih Lega

Hindari berjalan terlalu lama di bawah terik matahari dan beri waktu istirahat secara berkala.

Selain menjaga stamina, tetaplah mematuhi etika pendakian dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menghormati sesama pendaki.

Dengan persiapan yang matang dan pengaturan energi yang tepat, mendaki gunung saat puasa tetap bisa dilakukan dengan aman.

Baca Juga: Prediksi Skor Newcastle vs Everton di Premier League, 28 Februari 2026: Duel Ketat Perebutan Asa Eropa

Kamu tetap dapat menikmati keindahan alam tanpa mengabaikan kewajiban ibadah. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.