Jakarta

Bagaimana Wasit Ahmed Al Kaf Bisa Mendapat Lisensi FIFA? Ternyata Begini Caranya

Hawa E. Azhari | 11 Oktober 2024, 03:50 WIB
Bagaimana Wasit Ahmed Al Kaf Bisa Mendapat Lisensi FIFA? Ternyata Begini Caranya

AKURAT JAKARTA - Ahmed Abu Bakar Said Al-Kaf atau Ahmed Al Kaf adalah seorang wasit sepak bola internasional asal Oman yang dikenal karena kepemimpinannya di berbagai turnamen penting.

Ahmed Al-Kaf dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang tegas dan mampu mengendalikan permainan dengan baik.

Ia sering dipuji karena ketegasan dan netralitasnya dalam memimpin pertandingan.

Baca Juga: PSSI Laporkan Wasit Ahmed Al Kaf Imbas Tambah Perpanjangan Waktu Hingga Bahrain Cetak Gol

Al-Kaf kerap terlibat dalam berbagai pertandingan besar di Asia, seperti pertandingan Liga Champions Asia (AFC) dan Piala Asia.

Kepemimpinannya di turnamen ini membuatnya menjadi salah satu wasit papan atas di kawasan Asia.

Namun hal ini justru dianggap terbalik oleh pecinta sepakbola Indonesia.

Baca Juga: Perjalanan Karier Wasit Ahmed Al Kaf Hingga Disebut Wasit Papan Atas Asia, Setuju?

Ini tak lain karena kontroversi yang dia buat saat memimpin laga lanjutan Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Bahrain vs Indonesia.

Dalam laga yang digelar di Bahrain National Stadium, Riffa, Kamis 10 Oktober 2024 itu wasit Ahmed Al Kaf membuat banyak keputusan kontroversia.

Lantas bagaimana cara Wasit Ahmed Al Kaf bisa mendapatkan lisensi FIFA?

Baca Juga: Profil Wasit Kontroversial Ahmed Al Kaf dalam Laga Bahrain vs Indonesia

Untuk menjadi wasit berlisensi FIFA, seorang wasit harus melalui serangkaian langkah yang ketat dan memenuhi beberapa persyaratan.

Berikut adalah proses yang perlu dilalui seorang wasit untuk mendapatkan lisensi FIFA:

1. Memulai Karir sebagai Wasit Nasional

Baca Juga: Ditarik Shin Tae Yong Untuk Kualifikasi Piala Dunia Putaran Ketiga, Malik Risaldi Jadi Sasaran Pemain Bahrain di Menit Awal

Seorang calon wasit biasanya memulai karirnya di tingkat lokal atau nasional. Mereka harus mengikuti pelatihan dan sertifikasi wasit yang diselenggarakan oleh asosiasi sepak bola negara masing-masing.

Pada tahap ini, wasit memimpin pertandingan di liga domestik dan secara bertahap mengumpulkan pengalaman serta memperbaiki performanya di lapangan.

2. Mengikuti Kursus dan Ujian Lisensi Wasit Nasional

Baca Juga: Gelar Konsolidasi Dukungan, Kader Gerindra Provinsi Banten Solid Menangkan Maesyal-Intan

Setelah menjalani pelatihan dasar, calon wasit harus mengikuti kursus-kursus pelatihan tambahan yang mencakup aspek teknis dan aturan terbaru dalam sepak bola.

Mereka harus lulus ujian tertulis dan praktis yang diselenggarakan oleh asosiasi sepak bola negara.

Selanjutnya, mereka harus memimpin pertandingan yang lebih tinggi, seperti liga utama di negaranya.

Baca Juga: Sandra Dewi Buka Suara Soal Kirim Uang Berjumlah Milyaran ke Istri Dirut Smelter Swasta

3. Memenuhi Persyaratan Usia dan Pengalaman

Untuk diakui sebagai wasit internasional oleh FIFA, seorang wasit harus memiliki pengalaman minimal 2-3 tahun di level tertinggi liga nasional di negaranya.

Usia maksimal untuk mendaftar sebagai wasit internasional FIFA adalah 45 tahun.

Baca Juga: Soal Dugaan Kasus Korupsi Timah, Sandra Dewi Ungkap Suaminya Hanya Bantu Teman

4. Kondisi Fisik dan Kesehatan

FIFA menetapkan standar kebugaran fisik yang tinggi bagi para wasit.

Seorang calon wasit internasional harus menjalani tes kebugaran secara rutin untuk memastikan mereka mampu memimpin pertandingan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Sandra Dewi Keberatan 88 Tas Mewah Miliknya Disita Atas Dugaan Kasus Korupsi Timah: Itu Hasil Endorse

Ini termasuk tes lari jarak pendek dan panjang.

5. Rekomendasi dari Asosiasi Sepak Bola Nasional

Asosiasi sepak bola negara harus merekomendasikan wasit yang memenuhi syarat kepada FIFA.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Bahrain, Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Siap Cetak Skor Gemilang

Setiap asosiasi nasional biasanya memiliki kuota tertentu untuk merekomendasikan wasit ke daftar wasit internasional FIFA setiap tahun.

6. Mendaftar dan Mengikuti Kursus FIFA

Setelah mendapatkan rekomendasi, calon wasit harus mengikuti kursus FIFA untuk memastikan mereka sepenuhnya memahami aturan dan standar internasional.

Baca Juga: Maesyal Rasyid Janji Tingkatkan Status Semua Guru Honorer di Kabupaten Tangerang Menjadi PPPK

Wasit yang lulus dari kursus ini akan mendapatkan lisensi FIFA, yang memungkinkan mereka memimpin pertandingan internasional seperti Piala Dunia, Liga Champions, dan pertandingan resmi FIFA lainnya.

7. Mempertahankan Lisensi FIFA

Setelah menjadi wasit berlisensi FIFA, seorang wasit harus terus menunjukkan performa yang baik dan mengikuti tes kebugaran rutin untuk mempertahankan lisensinya.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Pemotor Ibu dan Anak Tewas Terlindas Truk di Simpang Tiga Flyover, Bocah 7 Tahun Selamat Luka Ringan

FIFA secara berkala mengevaluasi performa dan kebugaran wasit.

Dengan memenuhi persyaratan ini, seorang wasit dapat memperoleh lisensi FIFA dan memimpin pertandingan internasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.