Bagaimana Wasit Ahmed Al Kaf Bisa Mendapat Lisensi FIFA? Ternyata Begini Caranya

AKURAT JAKARTA - Ahmed Abu Bakar Said Al-Kaf atau Ahmed Al Kaf adalah seorang wasit sepak bola internasional asal Oman yang dikenal karena kepemimpinannya di berbagai turnamen penting.
Ahmed Al-Kaf dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang tegas dan mampu mengendalikan permainan dengan baik.
Ia sering dipuji karena ketegasan dan netralitasnya dalam memimpin pertandingan.
Baca Juga: PSSI Laporkan Wasit Ahmed Al Kaf Imbas Tambah Perpanjangan Waktu Hingga Bahrain Cetak Gol
Al-Kaf kerap terlibat dalam berbagai pertandingan besar di Asia, seperti pertandingan Liga Champions Asia (AFC) dan Piala Asia.
Kepemimpinannya di turnamen ini membuatnya menjadi salah satu wasit papan atas di kawasan Asia.
Namun hal ini justru dianggap terbalik oleh pecinta sepakbola Indonesia.
Baca Juga: Perjalanan Karier Wasit Ahmed Al Kaf Hingga Disebut Wasit Papan Atas Asia, Setuju?
Ini tak lain karena kontroversi yang dia buat saat memimpin laga lanjutan Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Bahrain vs Indonesia.
Dalam laga yang digelar di Bahrain National Stadium, Riffa, Kamis 10 Oktober 2024 itu wasit Ahmed Al Kaf membuat banyak keputusan kontroversia.
Lantas bagaimana cara Wasit Ahmed Al Kaf bisa mendapatkan lisensi FIFA?
Baca Juga: Profil Wasit Kontroversial Ahmed Al Kaf dalam Laga Bahrain vs Indonesia
Untuk menjadi wasit berlisensi FIFA, seorang wasit harus melalui serangkaian langkah yang ketat dan memenuhi beberapa persyaratan.
Berikut adalah proses yang perlu dilalui seorang wasit untuk mendapatkan lisensi FIFA:
1. Memulai Karir sebagai Wasit Nasional
Seorang calon wasit biasanya memulai karirnya di tingkat lokal atau nasional. Mereka harus mengikuti pelatihan dan sertifikasi wasit yang diselenggarakan oleh asosiasi sepak bola negara masing-masing.
Pada tahap ini, wasit memimpin pertandingan di liga domestik dan secara bertahap mengumpulkan pengalaman serta memperbaiki performanya di lapangan.
2. Mengikuti Kursus dan Ujian Lisensi Wasit Nasional
Baca Juga: Gelar Konsolidasi Dukungan, Kader Gerindra Provinsi Banten Solid Menangkan Maesyal-Intan
Setelah menjalani pelatihan dasar, calon wasit harus mengikuti kursus-kursus pelatihan tambahan yang mencakup aspek teknis dan aturan terbaru dalam sepak bola.
Mereka harus lulus ujian tertulis dan praktis yang diselenggarakan oleh asosiasi sepak bola negara.
Selanjutnya, mereka harus memimpin pertandingan yang lebih tinggi, seperti liga utama di negaranya.
Baca Juga: Sandra Dewi Buka Suara Soal Kirim Uang Berjumlah Milyaran ke Istri Dirut Smelter Swasta
3. Memenuhi Persyaratan Usia dan Pengalaman
Untuk diakui sebagai wasit internasional oleh FIFA, seorang wasit harus memiliki pengalaman minimal 2-3 tahun di level tertinggi liga nasional di negaranya.
Usia maksimal untuk mendaftar sebagai wasit internasional FIFA adalah 45 tahun.
Baca Juga: Soal Dugaan Kasus Korupsi Timah, Sandra Dewi Ungkap Suaminya Hanya Bantu Teman
4. Kondisi Fisik dan Kesehatan
FIFA menetapkan standar kebugaran fisik yang tinggi bagi para wasit.
Seorang calon wasit internasional harus menjalani tes kebugaran secara rutin untuk memastikan mereka mampu memimpin pertandingan dengan intensitas tinggi.
Ini termasuk tes lari jarak pendek dan panjang.
5. Rekomendasi dari Asosiasi Sepak Bola Nasional
Asosiasi sepak bola negara harus merekomendasikan wasit yang memenuhi syarat kepada FIFA.
Setiap asosiasi nasional biasanya memiliki kuota tertentu untuk merekomendasikan wasit ke daftar wasit internasional FIFA setiap tahun.
6. Mendaftar dan Mengikuti Kursus FIFA
Setelah mendapatkan rekomendasi, calon wasit harus mengikuti kursus FIFA untuk memastikan mereka sepenuhnya memahami aturan dan standar internasional.
Baca Juga: Maesyal Rasyid Janji Tingkatkan Status Semua Guru Honorer di Kabupaten Tangerang Menjadi PPPK
Wasit yang lulus dari kursus ini akan mendapatkan lisensi FIFA, yang memungkinkan mereka memimpin pertandingan internasional seperti Piala Dunia, Liga Champions, dan pertandingan resmi FIFA lainnya.
7. Mempertahankan Lisensi FIFA
Setelah menjadi wasit berlisensi FIFA, seorang wasit harus terus menunjukkan performa yang baik dan mengikuti tes kebugaran rutin untuk mempertahankan lisensinya.
FIFA secara berkala mengevaluasi performa dan kebugaran wasit.
Dengan memenuhi persyaratan ini, seorang wasit dapat memperoleh lisensi FIFA dan memimpin pertandingan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



