Jakarta

POTRET BERINGIN JAKARTA: Tiga Dekade Ramly HI Muhamad di Golkar, Puji Demokrasi Internal hingga Partai Tak Ketergantungan Sosok Pemimpin

Laode Akbar | 27 Oktober 2026, 10:06 WIB
POTRET BERINGIN JAKARTA: Tiga Dekade Ramly HI Muhamad di Golkar, Puji Demokrasi Internal hingga Partai Tak Ketergantungan Sosok Pemimpin
Foto: Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad

AKURAT JAKARTA – Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (FKPPI) menjadi pintu awal Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, bergabung dengan Partai Golkar pada 1989.

Sebelum terjun lebih jauh ke dunia politik, Ramly terlebih dahulu berkecimpung di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Perjalanan tersebut kemudian membawanya menjadi bagian dari partai berlambang pohon beringin yang telah dia ikuti selama lebih dari tiga dekade.

Baca Juga: POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari AMPG ke DPRD DKI, Farah Savira Temukan Ruang Anak Muda dan Perempuan di Golkar

Ramly mengungkapkan, keputusannya bergabung dengan Golkar tidak terlepas dari lingkungan organisasi FKPPI. Dia juga menyebut sosok seniornya, almarhum Laode Djeni Hasmar, sebagai orang yang pertama kali mengajaknya masuk ke Golkar.

"Yang pertama sekali adalah Bung Laode Djeni Hasmar. Saya punya senior tuh. Kebetulan bertetangga," kata Ramly saat diwawancarai terkait perjalanan dan harapannya terhadap Golkar dalam momentum HUT ke-62 partai tersebut.

Meski telah lama menjadi kader, Ramly mengaku tidak pernah bergabung dengan partai politik lain sebelum masuk Golkar.

Pengalamannya berorganisasi turut membentuk pandangannya mengenai dinamika politik dan pentingnya ruang untuk menyampaikan pendapat.

Menurut Ramly, salah satu hal yang menarik dari Golkar adalah proses pengambilan keputusan di internal partai. Dia menilai kader memiliki kesempatan untuk beradu argumentasi sebelum menentukan sikap bersama.

"Kalau di Golkar, yang menarik adalah pertarungan di dalam tubuh Golkar. Waktu memutuskan sesuatu, itu benar-benar dilihat kemampuannya atau apa yang harus diputuskan. Jadi tidak tergantung pimpinan," ujarnya.

Dia menilai mekanisme tersebut menjadi salah satu keunggulan Golkar dibandingkan partai lain yang dianggapnya lebih mengandalkan sistem komando.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y