Jakarta

Menara Air Balai Yasa Manggarai, Cagar Budaya Baru di Jakarta yang Layak Dikunjungi

Zainal Abidin | 18 September 2025, 20:00 WIB
Menara Air Balai Yasa Manggarai, Cagar Budaya Baru di Jakarta yang Layak Dikunjungi

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menambah daftar bangunan bersejarah yang dilindungi.

Melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 403 Tahun 2025, Menara Air Balai Yasa Manggarai resmi ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya.

Penetapan ini dilakukan oleh Dinas Kebudayaan setelah mendapat rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya pada 19 Mei 2020.

Baca Juga: Resmi Terbang, Penerbangan Perdana Jember–Jakarta Buka Peluang Baru

Menara yang berdiri sejak tahun 1920 ini merupakan salah satu infrastruktur penting pada masa kolonial Belanda.

Dibangun dengan gaya arsitektur Nieuwe Zakelikheid—sebuah aliran desain yang menekankan kesederhanaan dan fungsionalitas—menara air ini dahulu berfungsi sebagai penyokong sistem transportasi perkeretaapian di Batavia.

Hingga kini, bangunan bersejarah tersebut masih berdiri kokoh di kawasan Balai Yasa Manggarai, Jakarta Selatan, dan menjadi saksi perjalanan panjang perkeretaapian di Indonesia.

Baca Juga: JKT48 hingga Dikta Wicaksono Bakal Meriahkan Jak-Japan Matsuri 2025 di GBK Senayan Akhir September Ini, Harga Tiket Mulai Rp 50 Ribu

Status baru sebagai Bangunan Cagar Budaya memberikan perlindungan hukum terhadap keaslian bentuk, fungsi, serta nilai sejarah dari menara air tersebut.

Artinya, setiap upaya renovasi atau perubahan struktur harus tetap menjaga otentisitasnya.

Dengan demikian, generasi mendatang masih dapat melihat dan mempelajari jejak sejarah transportasi Indonesia secara langsung melalui bangunan ini.

Baca Juga: Mengenal Pariwisata Gastronomi di Indonesia yang Bukan Sekadar Kulineran Biasa

Lebih dari sekadar pelestarian, penetapan ini juga membuka peluang bagi pengembangan kawasan bersejarah Manggarai sebagai destinasi wisata edukasi di Jakarta.

Menara air yang dimiliki dan dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini memiliki bentuk yang sangat khas.

Struktur bak airnya ditopang oleh dinding bata yang tebal dan kokoh, menjadikannya satu-satunya menara air dengan bentuk semacam itu di Jakarta.

Baca Juga: Kuliner Indonesia: Tanpa Michelin Star, Tetap Mendunia dengan Cita Rasa

Keunikan arsitektur inilah yang menjadikannya menarik tidak hanya bagi pecinta sejarah, tetapi juga fotografer, arsitek, hingga wisatawan umum.

Sebagai bagian dari infrastruktur modern di awal abad ke-20, menara air ini mencerminkan bagaimana sistem transportasi kala itu mulai berkembang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.

Dengan penetapan status cagar budaya, Menara Air Balai Yasa Manggarai tidak lagi sekadar bangunan tua yang terabaikan, melainkan warisan berharga yang bisa dirasakan nilai sejarah dan estetikanya.

Baca Juga: Jakarta Masuk 19 Kota dengan Transportasi Publik Terbaik Dunia

Kini, Jakarta punya satu lagi destinasi wisata bersejarah yang layak dikunjungi, baik untuk belajar, berfoto, maupun sekadar menikmati suasana klasik yang ditawarkan oleh bangunan kolonial berusia seabad lebih ini.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.