Jakarta

Wisata Air di Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi untuk Pengunjung tapi dengan Syarat

Anggerhana Denni Rahmawati | 27 Oktober 2026, 11:30 WIB
Wisata Air di Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi untuk Pengunjung tapi dengan Syarat
Wisata sungai TNGGP kembali beroperasi. - mounture.com

AKURAT JAKARTA - Wisata alam berbasis air di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat, kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup.

Namun, keputusan ini bukan berarti pengunjung dapat mengabaikan risiko alam yang mungkin terjadi selama beraktivitas di kawasan tersebut.

Pembukaan kembali ditetapkan melalui Surat Edaran Kepala Balai Besar TNGGP Nomor 25 Tahun 2026 yang diterbitkan pada 21 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut sekaligus mencabut aturan penutupan kegiatan wisata alam berbasis sungai yang sebelumnya tertuang dalam Surat Edaran Nomor 07 Tahun 2026.

“Seluruh kegiatan wisata alam berbasis air di objek wisata alam yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango DIBUKA KEMBALI dengan tetap mematuhi ketentuan, tata tertib dan arahan petugas," dikutip dari surat edaran resmi, Selasa (27/10/2026).

Pembukaan Kembali Bukan Jaminan Bebas Risiko

Dibukanya kembali wisata air menjadi kabar baik bagi pengunjung dan penggiat wisata alam.

Meski demikian, aktivitas di kawasan sungai tetap memiliki risiko yang dipengaruhi kondisi lingkungan, terutama perubahan cuaca dan debit air.

Balai Besar TNGGP meminta pengunjung mematuhi peraturan serta mengikuti arahan petugas selama beraktivitas.

Imbauan ini penting karena kondisi alam dapat berubah, sehingga kewaspadaan tetap dibutuhkan meskipun kegiatan wisata sudah diizinkan kembali.

Baca Juga: Link Download Logo Sumpah Pemuda 2026 Resmi dari Kemenpora, Klik di Sini!

Pengunjung juga perlu memperhatikan situasi di lokasi dan tidak memaksakan diri beraktivitas ketika kondisi lingkungan dinilai tidak mendukung.

Petugas Diminta Memantau Cuaca dan Debit Air

Untuk menjaga keselamatan, petugas di setiap wilayah kerja TNGGP diminta terus memantau kondisi cuaca, debit air, potensi bencana, serta faktor keselamatan lainnya.

Petugas juga harus mengambil langkah yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan.

Upaya tersebut tidak hanya bertujuan melindungi pengunjung, tetapi juga menjaga kelestarian kawasan taman nasional.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.