Obligasi Daerah Rp5 Triliun Belum Pasti, DPRD DKI Buka Opsi Pinjaman Tanpa Bunga Lewat SMI

AKURAT JAKARTA – Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, mengungkapkan opsi pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai alternatif pembiayaan apabila rencana penerbitan obligasi daerah tidak disetujui pemerintah pusat.
Opsi tersebut muncul di tengah pembahasan APBD DKI Jakarta 2027 yang masih menghadapi ketidakpastian, terutama terkait pengurangan dana bagi hasil (DBH) dan persetujuan penerbitan obligasi.
Suhud mengatakan, kepastian mengenai kedua sumber pendanaan tersebut diperlukan sebelum pembahasan anggaran dilanjutkan.
Pasalnya, pengurangan DBH maupun tidak disetujuinya obligasi berpotensi memengaruhi kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
"Alternatifnya, berdasarkan komunikasi yang ada, katanya eksekutif, itu solusinya pinjaman melalui SMI. Tapi dengan persetujuan pemerintah pusat," kata Suhud kepada wartawan usai rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Senin (26/10/2026).
Menurut Suhud, skema pinjaman melalui SMI tersebut direncanakan tidak dikenai bunga melalui kebijakan pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, opsi itu berkaitan dengan pendanaan yang seharusnya diterima Jakarta melalui DBH.
"Iya, karena kan sumber pendanaan dari DBH. Jadi DBH akan dibayarkan melalui pinjaman SMI," ujarnya.
Suhud menilai, skema tersebut dapat menjadi alternatif apabila penerbitan obligasi tidak memperoleh persetujuan.
Ia menyebut, salah satu kekhawatiran pemerintah pusat adalah kemungkinan pemerintah daerah lain mengikuti langkah Jakarta apabila obligasi daerah disetujui.
"Iya. Itu memang alternatif yang mungkin dilakukan ketika dana obligasi tidak disetujui karena kekhawatiran pemerintah daerah lain misalnya mengikuti, alternatifnya pinjaman ke SMI," tuturnya.
Meski demikian, politikus PKS itu berharap persoalan pembiayaan tersebut dapat segera menemukan titik terang agar kondisi fiskal Jakarta lebih longgar dan pembahasan APBD 2027 dapat berjalan dengan kepastian anggaran.
Sebelumnya, rapat Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta diskors karena masih terdapat sejumlah hal yang perlu dikomunikasikan dengan pemerintah pusat, terutama mengenai DBH dan rencana penerbitan obligasi.
Suhud menyebut, pengurangan DBH sekitar Rp620 miliar telah disampaikan melalui surat Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Kondisi itu membuat pemerintah daerah perlu melakukan penyesuaian terhadap angka anggaran yang sebelumnya telah disepakati.
Namun, menurutnya, penyesuaian belum dapat dilakukan secara menyeluruh sebelum ada kepastian mengenai DBH dan obligasi.
DPRD tidak ingin pembahasan anggaran di tingkat komisi dilakukan berdasarkan asumsi yang belum jelas.
"Ini enggak mudah juga untuk mengurangi anggaran sebesar itu, apalagi nanti kalau ternyata obligasi tidak disetujui. Itu kan besarannya sampai Rp5 sekian triliun," katanya.
Suhud berharap pertemuan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dapat menghasilkan kepastian mengenai sumber pendanaan tersebut.
Apabila informasi yang dibutuhkan sudah diperoleh, rapat Badan Anggaran direncanakan kembali dilanjutkan pada Rabu (28/10/2026), sebelum pembahasan di tingkat komisi berlangsung pada Kamis (29/10/2026). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 25 Oktober 2026: Duel Sengit di PreZero Arena
- 8Prediksi Skor Hull City vs Brentford di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Tigers Hentikan Ketajaman The Bees?
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih








