TNI Buka Suara soal Kabar Pengerahan Pasukan Besar-besaran ke Jakarta Hari Ini: Tugas Negara Demi Menjaga NKRI!

AKURAT JAKARTA — Tentara Nasional Indonesia (TNI) akhirnya buka suara terkait kabar pengerahan prajurit dalam jumlah besar ke DKI Jakarta.
Pihak TNI menegaskan bahwa pergerakan pasukan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas negara demi menjaga kesatuan Republik Indonesia.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, menjelaskan bahwa mobilitas maupun pengerahan pasukan ke ibu kota adalah langkah yang wajar dalam organisasi militer.
Baca Juga: Pajero Sport 2027 Bikin Penasaran, Mesin Diesel 2.4L Bertenaga dan Dimensi Bodi 4.840 mm!
"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku," ujar Mayjen TNI Muhammad Nas kepada wartawan, Rabu (4/11/2026).
Meski demikian, Mabes TNI belum bersedia menjelaskan secara detail mengenai maksud dan tujuan spesifik dari pengerahan pasukan tersebut.
Mayjen Nas juga tidak merinci berapa jumlah total personel yang diterjunkan ke wilayah Jakarta.
Saat dikonfirmasi mengenai dugaan apakah pengerahan personel ini dilakukan untuk mengantisipasi rencana aksi demonstrasi dalam waktu dekat, Kapuspen TNI memilih untuk tidak merespons pertanyaan tersebut.
Baca Juga: Mitsubishi Pajero Sport 2027 Bikin Heboh! Torsi Jumbo 430 Nm, Penggerak 4x4 dan Kabin Super Luas
Isu Pengerahan Tiga Matra dan Respons TNI AL
Sebelumnya, beredar pesan berantai di media sosial dan aplikasi percakapan yang menyebutkan adanya pengiriman personel secara masif ke Jakarta.
Pesan tersebut mengklaim bahwa pergerakan ini melibatkan prajurit dari tiga matra sekaligus, yaitu TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
Salah satu matra yang santer dikabarkan mengirimkan pasukan dalam jumlah besar adalah TNI AL.
Terkait isu keterlibatan prajurit matra laut, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul sempat dihubungi untuk memberikan konfirmasi.
Namun, hingga berita ini diturunkan, Tunggul belum memberikan jawaban resmi terkait kabar burung yang beredar di masyarakat tersebut.
Pihak TNI mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi berlebihan, mengingat kesiapsiagaan pasukan adalah prosedur standar dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 3Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 7Munas X HWK 2026 Mulai Digelar, Bahas Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Perkembangan Digital dan AI
- 8Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


