Jakarta

Polisi Ungkap Motif Remaja Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Bukan Karena Dipaksa Belajar

Titania Isnaenin | 4 Desember 2024, 22:56 WIB
Polisi Ungkap Motif Remaja Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Bukan Karena Dipaksa Belajar

 

AKURAT JAKARTA - Kasus pembunuhan anggota keluarga oleh remaja berinisial MAS (14) warga Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan masih didalami pihak kepolisian.

Pembunuhan yang menewaskan APW (40) ayah pelaku dan neneknya RM (69) hingga kini belum mendapatkan titik terang.

Motif pelaku juga masih didalami pihak terkait, meski beberapa informasi yang beredar mengungkap bahwa pelaku membunuh keluarganya akibat dendam dan tekanan yang diterimanya lantaran dipaksa untuk belajar. 

Baca Juga: Korban Kasus Pelecehan Seksual Agus, Pemuda Penyandang Disabilitas Tunadaksa Bertambah 10 Orang

Temuan Polisi

Berdasarkan hasil penyelidikan Polres Metro Jakarta Selatan, pelaku pembunuhan ayah dan nenek di Lebak Bulus mengalami perkembangan positif.

MAS diketahui lebih tenang secara emosional dan sudah bisa diajak berkomunikasi untuk dimintai keterangan.

Dalam beberapa pengakuannya terkait motif pembunuhan yang dilakukannya, MAS justru mengaku bahwa ketika sedang belajar, ia tidak dalam keadaan yang terpaksa maupun dalam tekanan.

Ia justru mengaku bahwa belajar ia belajar dengan senang hati.

"Setelah kita dalami, kemudian kita tanyakan dia memang selalu belajar. Jadi walaupun dia dipaksa suruh belajar, tetapi dia mengerjakannya dengan senang hati," jelas Kasi Humas Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi.

Berdasarkan keterangan pelaku, pihak kepolisian kemudian menepis bahwa motif pembunuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh MAS bukan karena dipaksa belajar.

Baca Juga: Motif Kasus Anak Bunuh Ayah dan Neneknya di Lebak Bulus Dibongkar Netizen, Pelaku Rupanya Sempat Curhat di Status WhatsApp Sebelum Kejadian

 

Dugaan masyarakat

Sebelumnya, motif terkait pembunuhan yang dilakukan MAS diisukan lantaran pelaku terus mendapat tekanan dari ambisi orang tuanya.

Hal tersebut terungkap dari salah satu komentar netizen yang diketahui adalah ibu dari teman pelaku.

Sebuah akun bernama @aci_island, membagikan cerita terkait kebiasaan pelaku selama berteman dengan anaknya.

Baca Juga: Miris, Remaja 14 Tahun Tega Bunuh Ayah dan Neneknya Sendiri Karena Bisikan Gaib

Dalam komentarnya, ia bersaksi bahwa MAS kerap dipaksa belajar oleh orang tuanya agar selalu menjadi anak yang pintar dan berprestasi.

Dimana kejadian tersebut telah diamatinya sejak sang anak duduk dibangku SD.

"Pelaku adalah teman sewaktu SD dengan anak saya, dan saya sangat iba dengan pelaku sebenarnya yang mengalami depresi akibat ambisi orang tuanya semasa kecil" tulisnya.

Akun tersebut juga mengungkap bahwa pelaku kerap kali tertidur di dalam kelas karena sewaktu SD karena kelelahan untuk belajar.

"Bayangkan saja saat pelaku saat duduk di bangku SD kelas 4, dia sering tertidur di kelas. Saat ditanya wali kelasnya saat itu pelaku menjawab karena dia  baru tidur jam 1 pagi sebab harus belajar dan mengerjakan tugas dari tempat lesnya waktu itu. Sedangkan tekanan dari orang tuanya pelaku harus jadi anak pintar. Harus masuk sekolah negeri seperti jejak kedua orang tuanya yang berlatar belakang lulusan Univ negeri di Depok," bebernya lagi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.