Jakarta

Pasca Bentrokan di Jalan Tambak, Kapolres Jakpus Imbau Warga Tak Terprovokasi Berita di Medsos

Laode Akbar | 27 Juli 2026, 17:35 WIB
Pasca Bentrokan di Jalan Tambak, Kapolres Jakpus Imbau Warga Tak Terprovokasi Berita di Medsos
Kondisi terkini kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat pasca bentrokan antar warga (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung, mengimbau agar masyarakat tidak memperkeruh situasi pasca bentrokan di kawasan Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, melalui media sosial maupun pemberitaan yang berlebihan.

Menurut Reynold, penanganan kasus bentrok yang terjadi pada Minggu (26/7/2026) kini sepenuhnya ditangani aparat kepolisian. Karena itu, masyarakat diminta mempercayakan proses penegakan hukum kepada Polda Metro Jaya.

"Kami juga mohon pada kesempatan ini kepada masyarakat agar melakukan pemberitaan yang tidak berlebihan dan menggunakan media sosial dengan baik dan benar. Tentunya saat ini penanganan semua telah dilakukan oleh pihak kepolisian. Percayakan kepada kami, jajaran Polda Metro Jaya, dalam hal ini melaksanakan proses penegakan hukum," kata Reynold di depan Masjid Jami Matraman, Pegangsaan, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Rata-rata Turis Indonesia Rogoh Rp27 Juta di Jepang, Pengeluaran Terbesarnya Tak Sesuai Dugaan

Selain mengingatkan soal penggunaan media sosial, Reynold juga meminta warga tidak mudah terprovokasi menyusul bentrok yang menewaskan satu orang tersebut.

Ia mengatakan kepolisian bersama jajaran Kodam Jaya, Camat Menteng, Lurah Pegangsaan, tokoh agama, FKDM, Pokdar Kamtibmas, serta pengurus RT dan RW turun langsung ke lingkungan warga untuk menjaga situasi tetap kondusif.

"Kami hadir bersama ingin memberikan imbauan kepada warga, khususnya warga di Matraman Dalam ini, agar tidak terprovokasi dan tentunya dapat melakukan aktivitas seperti biasanya," ujarnya.

Reynold memastikan aparat gabungan masih disiagakan di kawasan Pegangsaan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Pengamanan dilakukan oleh personel Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, Polsek jajaran, serta satu kompi personel dari Kodam Jaya yang akan melakukan patroli di sekitar lokasi.

Baca Juga: Perluas Akses Kuliah Gratis, Bupati Maesyal Rasyid Teken Kerjasama Beasiswa Tangerang Gemilang dengan UMT

Di sisi lain, proses penyidikan bentrok masih berlangsung di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Polisi sebelumnya telah mengamankan sejumlah orang yang kini masih menjalani pemeriksaan intensif terkait peristiwa tersebut.

"Kami dari kepolisian terus berkolaborasi bersama warga untuk menegakkan hukum kepada siapa pun. Yang berbuat maka bertanggung jawab," tukas Reynold.

Diketahui, bentrok antarkelompok warga pecah di sekitar Jalan Tambak pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB dan berlanjut hingga Senin dini hari.

Dalam peristiwa tersebut, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat hingga harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Baca Juga: Dua Sekolah di Jalan Tambak Menteng Terpaksa Belajar Jarak Jauh atau PJJ, Buntut Bentrokan Maut, Tunggu Sampai Situasi Kondusif

Kombes Pol Reynold mengatakan polisi telah mengamankan tiga orang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan," kata Reynold.

Ketiga terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial S, T, dan U. Polisi masih terus mendalami peran masing-masing pelaku serta mengusut tuntas penyebab bentrokan tersebut. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.