Mahasiswa UI Jadi Korban Penipuan Modus Polisi Gadungan, Diancam Kasus TPPU hingga Pinjol
AKURAT JAKARTA – Seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menjadi korban penipuan social engineering (rekayasa sosial) dengan modus pelaku menyamar sebagai aparat penegak hukum.
Korban ditekan secara psikologis hingga dipaksa melakukan transfer uang serta mengajukan pinjaman online (pinjol).
Merespons kejadian tersebut, UI melalui Kantor Pengamanan Lingkungan Kampus dan Asrama UI memberikan pendampingan penuh serta mendampingi korban membuat laporan resmi ke SPKT Polda Metro Jaya pada Rabu (21/10/2026).
Penipuan bermula saat pelaku menghubungi korban via telepon dan aplikasi WhatsApp dengan mengaku sebagai anggota kepolisian. Pelaku menuduh korban terlibat dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Guna meyakinkan korban, pelaku menggunakan dokumen diduga palsu yang mencatut identitas lembaga negara.
Memanfaatkan rasa takut korban, pelaku mengarahkan korban melakukan transfer dana hingga mengajukan pinjol dengan dalih proses periksa dan verifikasi aset.
Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional (DHMPI) UI, Dr Erwin Agustian Panigoro MM menegaskan bahwa pihak kampus hadir memastikan mahasiswa tidak berjuang sendirian.
"Pelaku sengaja menciptakan rasa takut agar korban tidak sempat berpikir dan tidak bercerita kepada siapa pun. Kami hadir memberikan pendampingan, mulai dari dukungan awal hingga membantu proses pelaporan kepada kepolisian," ujar Erwin dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).
Erwin mengingatkan bahwa instruksi transfer dana, penitipan aset, maupun pengajuan pinjaman online atas nama pemeriksaan hukum merupakan modus penipuan.
Masyarakat diimbau segera memutus komunikasi jika menerima ancaman serupa dan melakukan verifikasi ke instansi terkait.
Apabila telah menjadi korban, UI menyarankan tindakan cepat dengan menghubungi bank penyedia layanan keuangan, menyimpan bukti komunikasi, serta melapor ke kepolisian atau melalui kanal Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) OJK via laman iasc.ojk.go.id atau kontak 157.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 25 Oktober 2026: Duel Sengit di PreZero Arena
- 8Prediksi Skor Hull City vs Brentford di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Tigers Hentikan Ketajaman The Bees?
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih





