Jakarta

Kalahkan Jakarta! Dedi Mulyadi Ungkap Beban Rp1,3 Triliun Akibat Penahanan Ijazah di Jawa Barat

Zainal Abidin | 28 April 2025, 19:30 WIB
Kalahkan Jakarta! Dedi Mulyadi Ungkap Beban Rp1,3 Triliun Akibat Penahanan Ijazah di Jawa Barat

AKURAT JAKARTA - Masalah umum mengenai penahanan ijazah juga dialami oleh warga Jawa Barat.

Kasus penahanan ijazah di Jawa Barat itu kini menjadi sorotan tajam dan menimbulkan keprihatinan mendalam dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Dalam beberapa kesempatan, Dedi Mulyadi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan generasi muda akibat banyaknya ijazah yang tertahan hanya karena ketidakmampuan orang tua membayar tagihan sekolah.

Baca Juga: BMKG Prediksi Indonesia Masuki Kemarau Berikut Tanda-tandanya dan Waspada Cuaca Ekstrem

Masalah ini, menurut Dedi, bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan ancaman serius bagi keberlanjutan pendidikan di Jawa Barat.

Ia pun menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan berusaha keras menebus seluruh ijazah tersebut dengan anggaran mencapai Rp1,3 triliun.

Saat berdiskusi mengenai keluhan seorang gadis SMA yang memprotes kebijakan penggusuran tanah, Dedi Mulyadi menyelipkan pernyataan tegas mengenai beban anggaran Rp1,3 triliun.

Baca Juga: Bukti Toleransi Beragama di Kabupaten Tangerang Tinggi, Bupati Maesyal Resmikan Rumah Ibadah Khonghucu di Panongan

"Loh 1,3 triliun sekarang jadi beban Pemprov nanti diatur lewat BPMU," ujar Dedi Mulyadi sebagaimana dikutip dari Youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada Senin (28/4/2025).

Dedi menyayangkan sikap sebagian siswa yang lebih mementingkan acara perpisahan sekolah daripada memperjuangkan hak dasar mereka untuk mendapatkan ijazah.

Hal ini membuat perasaan sedih menyelimuti dirinya, mengingat pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa.

Baca Juga: Stadion Mini Legok Diresmikan Bupati Maesyal, Hasil Kolaborasi Pemkab Tangerang dengan Snack Video

Selain memprioritaskan pendidikan, Dedi Mulyadi menilai bahwa dana sebesar Rp1,3 triliun itu sebenarnya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur, seperti memperbaiki drainase dan jalan di Bekasi.

"1,3 triliun tuh kalo dipake ngebangun jalan dan drainase di Bekasi tuh selesai," tegasnya.

Walaupun menerima banyak kritikan dari masyarakat, Dedi tetap menganggap semua itu sebagai bentuk evaluasi untuk memperbaiki kinerjanya.

Baca Juga: Wabup Intan Nurul Hikmah Buka Rembuk Stunting, Ajak Semua Pihak Kolaborasi Ciptakan Kabupaten Tangerang Zero Stunting dalam 5 Tahun Kedepan

Sebagai Gubernur, ia berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat, tidak hanya dalam sektor pendidikan, tapi juga kelayakan tempat tinggal dan pengentasan banjir. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.