Jakarta

Gunung Ibu Kembali Erupsi Disertai Gemuruh dan Petir, Warga 7 Desa di Pulau Halmahera Mengungsi

Ainun Kusumaningrum | 19 Mei 2024, 09:45 WIB
Gunung Ibu Kembali Erupsi Disertai Gemuruh dan Petir, Warga 7 Desa di Pulau Halmahera Mengungsi

AKURAT JAKARTA  - Warga yang tinggal di tujuh desa sekitar Gunung Ibu, Pulau Halmahera terpaksa mengungsi menyusul aktivitas gunung.

Gunung Ibu mengalami erupsi dua kali pada Sabtu (18/5/2024) pukul 20.08 WIT dan pukul 20.34 WIT.

Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD dan Tagana turun ke lapangan untuk mengevakuasi warga.

Baca Juga: Gunung Ibu Meletus Keluarkan Abu Vulkanik, Warga Diminta Pakai Maskar dan Kacamata

Pantauan Tim Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB, kendaraan truk taktis TNI/Polri termasuk mobil bak terbuka milik warga terus berdatangan.

Mereka membawa sejumlah orang ke lokasi pengungsian yang terletak di lapangan Desa Gam Ici.

Setibanya di lokasi pengungsian, tim dari Tagana, BPBD, Babinsa dan Brimob langsung melakukan pendataan. 

Baca Juga: Banjir Bandang Sumar Sebabkan 47 Orang Meninggal, BMKG Sebut Penyebabnya, Ada Lahar Dingin Sisa Erupsi Gunung Marapi

"Pendataan itu dilakukan sejalan dengan proses evakuasi ke beberapa titik lokasi lainnya," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Untuk diketahui, Pos Pengamatan Gunung Api Ibu mencatat erupsi yang pertama terekam dengan tinggi kolom abu hingga 4.000 meter di atas puncak berwarna kelabu.

Erupsi ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 9 menit 12 detik.

Abdul Muhari menjelaskan bahwa suara gemuruh dan dentuman juga terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Api.

"Juga disertai kilatan petir dalam kolom erupsi," kata Muhari lagi.

Adapun pada erupsi kedua pada pukul 20.34 WIT, tinggi kolom abu teramati setinggi 1.000 meter dari puncak kawah berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan timur.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 2 menit 7 detik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga hari ini masih menetapkan status Gunung Api Ibu dalam level IV atau Awas.

Dengan rekomendasi wilayah radius 4 kilometer harus dikosongkan dari seluruh aktivitas warga. 

Selain itu, PVMBG juga menetapkan perluasan sektoral berjarak 7 kilometer ke arah bukaan kawah aktif untuk dikosongkan.

Atas rekomendasi tersebut, masyarakat diminta untuk mematuhi apa yang sudah ditetapkan demi keselamatan bersama. 

"Masyarakat juga diharapkan tidak panik namun tetap waspada. Selain itu, masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan informasi dari PVMBG, BNPB, BPBD, TNI, Polri dan lintas instansi terkait lainnya," ucap Muhari. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.