Kalahkan Jakarta! Dedi Mulyadi Ungkap Beban Rp1,3 Triliun Akibat Penahanan Ijazah di Jawa Barat

AKURAT JAKARTA - Masalah umum mengenai penahanan ijazah juga dialami oleh warga Jawa Barat.
Kasus penahanan ijazah di Jawa Barat itu kini menjadi sorotan tajam dan menimbulkan keprihatinan mendalam dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Dalam beberapa kesempatan, Dedi Mulyadi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan generasi muda akibat banyaknya ijazah yang tertahan hanya karena ketidakmampuan orang tua membayar tagihan sekolah.
Baca Juga: BMKG Prediksi Indonesia Masuki Kemarau Berikut Tanda-tandanya dan Waspada Cuaca Ekstrem
Masalah ini, menurut Dedi, bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan ancaman serius bagi keberlanjutan pendidikan di Jawa Barat.
Ia pun menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan berusaha keras menebus seluruh ijazah tersebut dengan anggaran mencapai Rp1,3 triliun.
Saat berdiskusi mengenai keluhan seorang gadis SMA yang memprotes kebijakan penggusuran tanah, Dedi Mulyadi menyelipkan pernyataan tegas mengenai beban anggaran Rp1,3 triliun.
"Loh 1,3 triliun sekarang jadi beban Pemprov nanti diatur lewat BPMU," ujar Dedi Mulyadi sebagaimana dikutip dari Youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada Senin (28/4/2025).
Dedi menyayangkan sikap sebagian siswa yang lebih mementingkan acara perpisahan sekolah daripada memperjuangkan hak dasar mereka untuk mendapatkan ijazah.
Hal ini membuat perasaan sedih menyelimuti dirinya, mengingat pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa.
Baca Juga: Stadion Mini Legok Diresmikan Bupati Maesyal, Hasil Kolaborasi Pemkab Tangerang dengan Snack Video
Selain memprioritaskan pendidikan, Dedi Mulyadi menilai bahwa dana sebesar Rp1,3 triliun itu sebenarnya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur, seperti memperbaiki drainase dan jalan di Bekasi.
"1,3 triliun tuh kalo dipake ngebangun jalan dan drainase di Bekasi tuh selesai," tegasnya.
Walaupun menerima banyak kritikan dari masyarakat, Dedi tetap menganggap semua itu sebagai bentuk evaluasi untuk memperbaiki kinerjanya.
Sebagai Gubernur, ia berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat, tidak hanya dalam sektor pendidikan, tapi juga kelayakan tempat tinggal dan pengentasan banjir. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


