Jakarta

303 Jiwa Mengungsi Akibat Kebakaran di Jalan Jatayu Jakarta Selatan

Fadhil Dhuha Rizqullah | 5 Oktober 2023, 19:36 WIB
303 Jiwa Mengungsi Akibat Kebakaran di Jalan Jatayu Jakarta Selatan

AKURAT JAKARTA - Kebakaran besar melanda hunian padat penduduk dan lapak barang bekas di Jalan Jatayu 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2023) sore.

Peristiwa tersebut telah mengakibatkan 303 jiwa terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Dalam jumlah tersebut, 17 di antaranya adalah balita, 57 lainnya adalah remaja, dan 31 merupakan lansia.

Informasi mengenai situasi ini telah diumumkan melalui papan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang terpajang di area posko pengungsian, pada Kamis (5/10/2023).

Posko pengungsian tersebut telah didirikan di sekitar area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebayoran Lama.

Baca Juga: Jelang Konser Coldplay, MRT Jakarta Kaji Penambahan Jam Operasional Hingga Dini Hari

Data yang tersedia juga menunjukkan bahwa terdapat 9 orang yang menderita luka-luka akibat kebakaran tersebut. Bersyukur tak ada korban jiwa.

Sejumlah petugas dari berbagai instansi, termasuk BPBD DKI Jakarta, Dinas Sosial DKI, Baznas, Dikes DKI Jakarta, dan instansi lainnya telah bekerja sama untuk mendirikan posko pengungsian dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

Salah satu pengungsi, Riswanto yang bekerja sebagai driver ojek online berbagi pengalaman, dimana saat peristiwa itu dirinya sedang membawa penumpang.

"Saya mengungsi sementara di sini, untuk kebutuhan alhamdulillah terpenuhi ya, seperti makan dan pakaian. Sewaktu kebakaran itu saya lagi narik penumpang (ojol), diberitahu ada kebakaran lalu langsung pulang," jelasnya kepada wartawan, Kamis (5/10/2023).

Riswanto, yang saat itu tengah berada di Ciputat, segera meninggalkan penumpangnya dan kembali ke rumahnya setelah mengetahui peristiwa kebakaran terjadi.

Baca Juga: Untuk Kesehatan Jantung, Ini 5 Makanan Penurun Kolesterol Secara Alami

Menurutnya, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas membakar sampah (nabun) yang berujung pada insiden membakar kabel karena ingin mengambil tembaga, serta mungkin juga akibat korsleting listrik.

"Itu antara menabun yang membakar kabel, karena mau diambil tembaganya kan. Sama satu lagi mungkin korsleting listrik," jelasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.