Jakarta

Enggan Jadi Komisaris BUMD, Putri Gus Dur Yenny Wahid: Cukup Komisaris Bank Swasta

Yusuf Doank | 23 Agustus 2025, 13:24 WIB
Enggan Jadi Komisaris BUMD, Putri Gus Dur Yenny Wahid: Cukup Komisaris Bank Swasta

AKURAT JAKARTA - Putri presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan bahwa dirinya tak tertarik menjadi komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jakarta.

Ia mengatakan, dirinya sudah cukup menjadi komisaris di salah satu bank swasta dan enggan masuk dalam pemerintahan.

Hal ini disampaikannya saat bertemu Gubernur Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Baca Juga: Golkar Apresiasi Pelantikan 2.703 PPPK Tahap I 2024, Harap Jadi Pematik Semangat Pegawai

"Halah saya sudah cukup. Saya saat ini, nggak bisa ini. Saya komisaris di bank, bank swasta, bukan bank pemerintah ya. Saya murni orang swasta," ujar Yenny.

Ia menjelaskan, dirinya hanya warga biasa yang tidak ingin mendapatkan jabatan. Dengan itu, dirinya pun enggan menjadi pejabat dalam pemerintahan.

"Saya bukan pejabat, saya juga kerja seperti kalian semua untuk dapatkan penghasilan. Jadi saya betul-betul nggak ada terikat dengan pemerintah apapun," tukasnya.

Baca Juga: Kuliner Indonesia Warisan Belanda yang Populer dan Tetap Eksis hingga Kini

Selain itu, politikus PKB itu mengatakan bahwa dirinya lebih memilih membantu pemerintah lewat program-program di perusahaan miliknya.

"Justru saya mau bantu pemerintah untuk buat program-program supaya bisa membawa kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia pun menegaskan, jika ditawarkan pun dirinya tetap enggan untuk menjadi komisaris. Sebab, menjadi komisaris ada pembatasnya.

"Nggak bisa. Karena komisaris bank itu ada pembatasan. Jadi ya sudah jelas," tegasnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y