Legislator Golkar Soroti BUMD Soal Program Pangan Murah, Sebut Banyak Keluhan Antrean Panjang

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya, menyoroti kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berperan dalam pendistribusian Program Pangan Murah.
Dimaz mengatakan, keluhan masyarakat terkait antrean panjang dan ketidaktepatan sasaran penerima masih sering terjadi di lapangan.
Hal itu disampaikannya usai rapat bersama eksekutif dan jajaran direksi BUMD DKI Jakarta di Ruang Rapat Komisi C DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
"Masih banyak warga yang mengeluh karena harus antre sejak malam. Bahkan ada yang tidak kebagian meski sudah mendaftar," ujar Dimaz.
Hasil penelusuran Komisi C, lanjut Dimaz, menunjukkan akar persoalan tidak terletak pada BUMD pelaksana.
Melainkan pada kuota anggaran yang menjadi kewenangan Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (DKPKP).
Baca Juga: Zaki Iskandar Dampingi Bahlil Lahadalia Hadiri Maulid Nabi Golkar Bareng Gus Iqdam
Menurut Dimaz, stok barang dari BUMD tersedia, namun jumlah penerima manfaat tidak sebanding dengan kuota yang disediakan pemerintah.
"Masalahnya bukan di barangnya, tapi di kuotanya," tukas Ketua Komisi C itu.
Ia berharap, koordinasi lintas instansi dapat diperbaiki. Dengan itu, distribusi pangan murah berjalan lebih manusiawi.
Dimaz menegaskan, program bantuan harus dipastikan tepat sasaran. Dengan begitu, tidak menimbulkan antrean panjang setiap kali dibuka.
"Ke depan kami harap Pemprov DKI Jakarta melalui DKPKP dan BUMD pelaksana bisa merumuskan formula yang lebih baik agar masyarakat penerima bisa dilayani secara layak," harapnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









