Nyamuk Wolbachia Bakal Ditebar ke Seluruh Kembangan Jakarta Barat, Cegah Kasus DBD Terus Meningkat

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bakal memperluas penyebaran Nyamuk Wolbachia untuk mengatasi penyebaran DBD di Jakarta Barat.
Hal ini dilakukan pihak Dinkes DKI mengingat Jakarta Barat menjadi wilayah yang memiliki kasus DBD terbanyak di Jakarta mencapai 418 kasus.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyebaran nyamuk Wolbachia ke 2 kelurahan. Nantinya, mereka akan memperluas penyebaran ke kelurahan ketiga.
Baca Juga: Isuzu Panther Ketar-ketir, Toyota Kijang Super 2025 Siap Gusur Ketangguhan Sang Raja Diesel
"Wolbachia sekarang sudah dapat 2 kelurahan, akan diperluas ke kelurahan yang ketiga. Pokoknya itu di Kecamatan Kembangan, yang sudah itu di Kembangan Utara dan Meruya Utara," ujar Ani kepada wartawan, Kamis (13/3/2025).
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menargetkan bahwa seluruh kelurahan di Kecamatan Kembangan akan disebar nyamuk Wolbachia.
"Pokoknya targetnya semua kelurahan di Kecamatan Kembangan akan diterapkan Wolbachia," katanya.
Ia juga menjelaskan, pelaksanaan penyebaran ini secara keseluruhan sudah berjalan baik. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi mereka, terutama terakit ketersediaan telur nyamuk Wolbachia.
"Memang agak lambat dari perencanaan karena, beberapa hal antara lain karena ketersediaan telurnya. Kekurangan suplai, jadi kita menyesuaikan dengan ketersediaan telurnya," terangnya.
Terkait dengan persiapan wilayah ketiga penyebaran, pihaknya sudah menyiapkan orang tua asuh yang sudah dipersiapkan di 4 kelurahan.
"Sekarang udah persiapan OTA (orangtua asuh). Kita sebenarnya nyiapin OTA langsung di 4 kelurahan. Nanti perluasannya tergantung seberapa banyak stok telur," ucapnya.
"Nanti tergantung grid, di setiap wilayah dibuat grid-grid, nanti ada beberapa OTA," pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengungkapkan bahwa Jakarta Barat menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi di Jakarta.
"Berdasarkan tempat, jumlah kasus tertinggi di Jakarta Barat sebanyak 418 kasus dan IR/100.000 penduduk: 15,98," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ani menjelaskan bahwa Jakarta adalah daerah endemis DBD, sehingga setiap tahun selalu ada kasusnya dan samgat terpengaruh kondisi cuaca. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 3Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 7Munas X HWK 2026 Mulai Digelar, Bahas Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Perkembangan Digital dan AI
- 8Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


