Jakarta

Jakarta Raih Rekor MURI Sterilisasi Kucing Terbanyak Se-Indonesia, Tahun 2025 Ditargetkan 21 Ribu Kucing

Yasmina Nuha | 13 Maret 2025, 19:03 WIB
Jakarta Raih Rekor MURI Sterilisasi Kucing Terbanyak Se-Indonesia, Tahun 2025 Ditargetkan 21 Ribu Kucing

AKURAT JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menerima Rekor MURI Sterilisasi Kucing Terbanyak se-Indonesia di Balai Kota DKI Jakarta, pada Kamis (13/3/2025).

Dalam penyerahan rekor MURI ini, Pramono didampingi oleh Anggota Komisi C Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth, serta salah satu inisiator rekor MURI Sterilisasi Kucing, Sonny Kastara Dhaniswara.

"Pada hari ini kita mendapatkan tamu kehormatan dari MURI dan teman-teman cat lovers. Mereka ingin mempersembahkan ke pemerintah Jakarta rekor MURI ya," ujar Pram, sapaan akrabnya.

Baca Juga: Konser Musik Hiphop Terbesar di Jogja Bakal Digelar Mei 2025, Harga Tiketnya Mulai Rp 65 Ribu, Simak Lokasi Acaranya!

Pram menjelaskan, per Januari lalu, pihaknya telah melakukan sterilisasi mencapai seribu kucing. Pada tahun 2025 ini, pihaknya menargetkan 21 ribu kucing untuk disterilisasi.

"Memang tahun 2025 ini Pemprov Jakarta menargetkan 21 ribu sterilisasi untuk pejantan kucing dan kita udah menyelenggarakan pada bulan Januari tanggal 22 yang pertama walaupun baru seribu kucing," tuturnya.

Pram mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya menjadikan Jakarta sebagai kota ramah hewan, sejalan dengan konsep kota berkelanjutan.

"Saya secara pribadi berkeinginan untuk Jakarta itu menjadi kota yang ramah terhadap hewan. Banyak sekali kucing-kucing yang diperlakukan dengan tidak baik di luar sana," tuturnya.

Politikus PDIP itu berharap, program ini dapat mempertahankan status DKI Jakarta sebagai daerah bebas rabies dengan menekan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.

"Untuk itu, kami akan mendorong Puskesmas Hewan di Ragunan untuk di-upgrade, diperbaiki, dan mudah-mudahan nanti di akhir jabatan saya, setiap kota dan kabupaten di DKI Jakarta punya Puskesmas Hewan," katanya.

Baca Juga: Nyamuk Wolbachia Bakal Ditebar ke Seluruh Kembangan Jakarta Barat, Cegah Kasus DBD Terus Meningkat

Pramono mengatakan, Program Sterilisasi Kucing ditujukan untuk mencegah lonjakan populasi kucing liar yang dapat berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Termasuk, dalam hal ini mengurangi tindakan kekerasan terhadap hewan akibat ketidakseimbangan populasi.

"Pertumbuhan populasi kucing liar yang tidak terkendali menimbulkan dampak lingkungan, seperti pencemaran kotoran, kerusakan properti, dan potensi penyebaran penyakit," katanya.

"Untuk itu diperlukan edukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesejahteraan hewan dan lingkungan," imbuhnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.