Jakarta Raih Rekor MURI Sterilisasi Kucing Terbanyak Se-Indonesia, Tahun 2025 Ditargetkan 21 Ribu Kucing

AKURAT JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menerima Rekor MURI Sterilisasi Kucing Terbanyak se-Indonesia di Balai Kota DKI Jakarta, pada Kamis (13/3/2025).
Dalam penyerahan rekor MURI ini, Pramono didampingi oleh Anggota Komisi C Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth, serta salah satu inisiator rekor MURI Sterilisasi Kucing, Sonny Kastara Dhaniswara.
"Pada hari ini kita mendapatkan tamu kehormatan dari MURI dan teman-teman cat lovers. Mereka ingin mempersembahkan ke pemerintah Jakarta rekor MURI ya," ujar Pram, sapaan akrabnya.
Pram menjelaskan, per Januari lalu, pihaknya telah melakukan sterilisasi mencapai seribu kucing. Pada tahun 2025 ini, pihaknya menargetkan 21 ribu kucing untuk disterilisasi.
"Memang tahun 2025 ini Pemprov Jakarta menargetkan 21 ribu sterilisasi untuk pejantan kucing dan kita udah menyelenggarakan pada bulan Januari tanggal 22 yang pertama walaupun baru seribu kucing," tuturnya.
Pram mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya menjadikan Jakarta sebagai kota ramah hewan, sejalan dengan konsep kota berkelanjutan.
"Saya secara pribadi berkeinginan untuk Jakarta itu menjadi kota yang ramah terhadap hewan. Banyak sekali kucing-kucing yang diperlakukan dengan tidak baik di luar sana," tuturnya.
Politikus PDIP itu berharap, program ini dapat mempertahankan status DKI Jakarta sebagai daerah bebas rabies dengan menekan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.
"Untuk itu, kami akan mendorong Puskesmas Hewan di Ragunan untuk di-upgrade, diperbaiki, dan mudah-mudahan nanti di akhir jabatan saya, setiap kota dan kabupaten di DKI Jakarta punya Puskesmas Hewan," katanya.
Baca Juga: Nyamuk Wolbachia Bakal Ditebar ke Seluruh Kembangan Jakarta Barat, Cegah Kasus DBD Terus Meningkat
Pramono mengatakan, Program Sterilisasi Kucing ditujukan untuk mencegah lonjakan populasi kucing liar yang dapat berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Termasuk, dalam hal ini mengurangi tindakan kekerasan terhadap hewan akibat ketidakseimbangan populasi.
"Pertumbuhan populasi kucing liar yang tidak terkendali menimbulkan dampak lingkungan, seperti pencemaran kotoran, kerusakan properti, dan potensi penyebaran penyakit," katanya.
"Untuk itu diperlukan edukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesejahteraan hewan dan lingkungan," imbuhnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Mutasi Besar-Besaran Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim, Kasat Lantas, hingga Belasan Kapolsek Resmi Diganti, Ini Daftarnya!
- 2Terbukti Terbitkan Polis Tanpa Izin, AIA Financial Dihukum Bayar Rp 15 Miliar Kepada Nasabah
- 3Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi: 6 Tewas, 6 Luka-luka, Ini Daftar Nama Korban
- 4Disdik DKI Minta Maaf Pencairan KJMU Tahap II 2026 Mundur, Kapan Jadinya? Cek di Sini!
- 5Sudaryono Kembali Diusung Jadi Ketua Umum APPSI, Munas Digelar November 2026
- 6Peresmian Kampung Al-Qur'an di Mauk: Bupati Maesyal Harapkan Generasi Muda Tangerang Berakhlak Mulia Siap Hadapi Tantangan Zaman
- 7Munas X HWK 2026 Mulai Digelar, Bahas Penguatan Peran Politik Perempuan di Era Perkembangan Digital dan AI
- 8Klasemen Rookie Moto3 2026: Veda Ega Raih Posisi Kedua Setelah Sabet Runner-up di Malaysia
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


