Jakarta

Soal Boikot Produk Israel, Komika Coki Pardede Akui Tak Mau Persulit Diri: Gak Mau Kalo Gak Minum Kopi Enak

Titania Isnaenin | 29 Juli 2024, 10:17 WIB
Soal Boikot Produk Israel, Komika Coki Pardede Akui Tak Mau Persulit Diri: Gak Mau Kalo Gak Minum Kopi Enak

AKURAT JAKARTA - Viral podcasters Indah G dan Coki Pardede dihujat netizen gara-gara menetertawakan gerakan boikot produk Israel.

Dalam video podcast yang berjudul "wokeness, cancel culture, religion vs science & boycotting coffee ft Coki Pardede" itu langsung ditanggapi 1,8 ribu komentar.

Dalam video tersebut nampak Indah G menanyakan soal boikot produk kopi Starbuck yang selama ini banyak digembar-gemborkan.

Baca Juga: Momen Haru Kelahiran Anak Pertama Denny Sumargo dan Olivia Sumargo, Netizen: Gemoy Banget Babynya

Tak hanya itu, ketika Indah G menanyakan apakah Coki masih meminum kopi Starbuck yang jadi brand pro Israel itu.

Coki dengan tegas menjawab bahwa hampir setiap hari ia meminum kopi brand pro Israel.

"Gua gak mau mempersulit diri gua dengan nggak bisa minum kopi enak," jawab Coki Pardede.

Baca Juga: Siapa Inisial T? Sosok yang Bikin Heboh Karena Disebut Dalang Judi Online Terbesar di Indonesia

Lanjutnya, ia mengkritik aksi boikot yang banyak dilakukan masyarakat dunia, tak akan mengubah situasi apapun.

"Yang mana gua tau dengan tidak minum kopi itu juga nggak mengubah apa-apa" jawabnya lagi.

Tak hanya soal Starbuck, Coki Pardede juga singgung soal lagu "Heal The World" milik Michael Jackson.

Baca Juga: Viral, Scamming Online Bermodus Cinta, Mintai Uang Korban Dengan Iming-iming Kerja Sampingan

"Makin ancur kan dunia setelah lagu itu keluar. Nggak ada. Lu percaya ama gua" ocehnya.

Jawaban dari Coki Pardede kemudian diiringi dengan gelak tawa Indah G yang memancing kemarahan netizen.

"Cara kalian ngetawain aksi boikot sama aja kayak lagi ngetawain puluhan ribu orang yang gak bersalah. Khususnya anak-anak dan wanita"

"Bisa bisanya dia menertawakan genosida, rasa empati dan kemanusiaan dia udah copot kayaknya"

"Mereka merasa sudah berfikir terbuka sehingga melupakan mana ilmu yang lebih bermanfaat dan mana yg bukan. Hilangnya empati pertanda kalau mereka sebenarnya tidak berfikir terbuka." Komen netizen.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.