Jakarta

7 Pola Asuh Sederhana yang Diam-Diam Membentuk Anak Bahagia

Zainal Abidin | 24 November 2025, 12:00 WIB
7 Pola Asuh Sederhana yang Diam-Diam Membentuk Anak Bahagia

AKURAT JAKARTA - Penulis buku terkenal “The Happiness Project”, Gretchen Rubin, kembali menarik perhatian lewat konsep pengasuhannya yang ia sebut sebagai “Rahasia Kedewasaan”.

Rubin menjelaskan bahwa panduan ini merupakan hasil pembelajarannya selama satu dekade mengenai ilmu kebahagiaan.

Ia percaya bahwa kebahagiaan orang dewasa banyak dibentuk sejak masa kecil, terutama melalui cara orang tua memperlakukan anak mereka sehari-hari.

Baca Juga: Lima Buah Ajaib untuk Kendalikan Asam Urat Secara Alami

Rubin menyebutkan bahwa 7 cara sederhana ini selalu ia terapkan dalam keluarga.

Menurutnya, pola asuh yang baik tidak harus rumit atau penuh disiplin ketat, melainkan membutuhkan kepekaan dan kehangatan.

1. Ketahui kapan harus berhenti

Baca Juga: Ternyata Ini Spot Instagramable Terbaik di Penang, Bikin Foto Kamu Makin Aesthetic

Rubin menekankan pentingnya fleksibilitas.

Ketika rencana besar bertentangan dengan kondisi anak, kamu perlu menyesuaikan diri.

Seperti yang ia katakan, “Ini seharusnya menyenangkan.”

Baca Juga: Jangan Lupa! Malam Ini Lampung Fest 2025 Menghadirkan Konser Peewee Gaskins dan Besok Guyon Waton di PKOR Way Halim, Gratis!

2. Tetap tenang

Dalam wawancaranya bersama Aliza Pressman, Rubin mengingatkan bahwa orang tua yang tenang dapat membantu anak tetap stabil secara emosional.

3. Berikan salam hangat

Sapaan kecil penuh kehangatan dapat menciptakan suasana keluarga yang lebih nyaman.

Baca Juga: Langka, Dua Bunga Rafflesia Arnoldii Mekar Serempak di Rejang Lebong

4. Buat perayaan kecil

Rubin mengakui bahwa momen kecil seperti lelucon April Mop atau sarapan bertema membuat hari anak terasa berkesan.

5. Jangan ragu membahas hal kecil

Baginya, tidak semua hal perlu diperdebatkan.

Baca Juga: Bikin Tubuh Lebih Enteng, Berikut ini Daftar 9 Buah untuk Jaga Kebersihan Usus

“Semua kekerasan yang tidak bertujuan meningkatkan kebaikan, atau mencegah kejahatan, adalah sia-sia.”

6. Sesuaikan pendekatan dengan kepribadian anak

Memahami karakter anak membantumu memberi arahan yang tepat.

Baca Juga: Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Mencuci Beras di Panci Rice Cooker, Kamu Wajib Tahu

7. Gunakan humor

Rubin percaya bahwa humor menciptakan kenangan terbaik.

Ia memilih tertawa saat putrinya mengacaukan dapur, dan menyadari bahwa momen itu akan menjadi cerita lucu suatu hari nanti. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.