Jakarta

Biji Mahoni, Herbal Pahit dengan Potensi Manis bagi Kesehatan

Anggerhana Denni Rahmawati | 13 Februari 2026, 10:00 WIB
Biji Mahoni, Herbal Pahit dengan Potensi Manis bagi Kesehatan

AKURAT JAKARTA - Mahoni dikenal sebagai pohon besar dengan batang lurus dan mempunyai polong biji yang sering terabaikan.

Biji mahoni berukuran kecil, berwarna coklat, dan mempunyai rasa yang pahit.

Di balik rasanya yang sangat pahit, biji mahoni menyimpan potensi kesehatan.

Baca Juga: Menjajal Adrenalin di Situ Gunung Suspension Bridge Sukabumi, Terpanjang di Asia Tenggara

Biji mahoni atau Swietenia macrophylla kaya akan senyawa bioaktif alami.

Kandungannya meliputi flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan limonoid seperti swietenine.

Kandungan tersebut menjadikannya sebagai obat herbal alami yang berfungsi untuk kesehatan.

Baca Juga: 6 Hal Ikonik Perayaan Imlek, Pesona Tradisi yang Menjadi Magnet Wisata Budaya

Flavonoid berperan sebagai antioksidan yang melawan radikal bebas dalam tubuh.

Senyawa ini membantu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.

Saponin dalam biji mahoni dikaitkan dengan kemampuan mengontrol gula darah.

Baca Juga: Semarak Imlek 2026, Berburu Atraksi Barongsai Paling Meriah di Jakarta

Beberapa penelitian menunjukkan saponin dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

Karena itu, biji mahoni sering digunakan sebagai pendukung terapi diabetes tipe dua.

Meski demikian, penggunaannya tetap harus disertai pengawasan medis.

Baca Juga: Jangan Salah! 5 Kebiasaan Minum Kopi Ini Diam-Diam Bahayakan Kesehatanmu

Selain itu, biji mahoni juga dikenal membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Efek ini berkaitan dengan kemampuannya mendukung sirkulasi darah yang lebih baik.

Kesehatan jantung dan pembuluh darah pun ikut mendapat manfaatnya.

Baca Juga: Salah Olah Bisa Tambah Kalori, Ini 4 Cara Memasak Telur yang Tepat

Kandungan antioksidan membantu menjaga elastisitas dan fungsi pembuluh darah.

Secara tradisional, biji mahoni juga dimanfaatkan untuk daya tahan tubuh.

Sifat antiinflamasi alaminya membantu meredakan peradangan dan nyeri ringan.

Baca Juga: Jangan Kebanyakan! 6 Risiko Tersembunyi dari Mentimun

Beberapa orang menggunakannya untuk membantu nyeri haid dan gangguan pencernaan.

Ada pula studi awal yang menyoroti potensi dukungan pada kesehatan reproduksi.

Bagian yang digunakan adalah biji yang telah dikeringkan atau disangrai ringan.

Baca Juga: 7 Trik Simpan Cabai agar Awet dan Tetap Pedas yang Perlu Diketahui

Biji kemudian ditumbuk halus dan diseduh dengan air hangat sebelum diminum.

Resep sederhana yang populer adalah setengah sendok teh bubuk biji mahoni.

Bubuk diseduh satu gelas air hangat dan diminum sekali sehari.

Baca Juga: Jangan Asal Taruh Kulkas! Inilah 7 Cara Simpan Tahu Putih agar Tahan Lama

Bagi yang tidak tahan pahit, bubuk dapat dicampur dengan madu murni.

Ada juga ramuan tradisional yang mencampurnya dengan sambiloto dan kunyit.

Sebagian orang mengonsumsi satu biji pagi dan malam untuk menjaga kesehatan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Barongsai, PIK Sulap Imlek Jadi Festival Terbesar Tepi Laut

Namun untuk kondisi tertentu, dosis sering kali disesuaikan secara hati-hati.

Perlu diingat, konsumsi berlebihan dapat memicu mual, muntah, dan diare.

Biji mahoni juga berpotensi berinteraksi dengan obat diabetes dan hipertensi.

Baca Juga: Liburan Batal Mendadak? Begini Cara Refund Tiket Kereta Api Tanpa Ribet

Karena itu, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum rutin mengonsumsinya.

Pendekatan herbal sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti terapi utama.

Biji mahoni menawarkan potensi manfaat yang menarik dari alam tropis.

Baca Juga: Waspadai Makanan Minyak Berlebih, Ancaman Tersembunyi bagi Metabolisme dan Asam Urat

Namun penggunaan bijak dan terukur tetap menjadi kunci menjaga keamanan. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.