Banyak Orang Tua Belum Sadar, Begadang Bisa Membuat Anak Kehilangan Masa Emas Pertumbuhan

AKURAT JAKARTA - Banyak orang tua menganggap tidur larut malam pada anak sebagai kebiasaan yang masih bisa ditoleransi, apalagi jika anak tetap bangun untuk bersekolah keesokan harinya.
Padahal, dampaknya tidak berhenti pada rasa kantuk saat pagi hari.
Kurang tidur atau kebiasaan begadang ternyata dapat mengganggu proses penting yang berlangsung ketika anak sedang tidur nyenyak.
Kondisi ini bukan hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga kualitas hidup anak secara keseluruhan.
Dokter Spesialis Anak Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Jessica Sugiharto, SpA, menjelaskan bahwa kualitas tidur memiliki hubungan erat dengan tumbuh kembang dan kecerdasan anak.
Menurutnya, anggapan bahwa tidur berkualitas berpengaruh terhadap perkembangan anak memang benar.
"Jadi kalau kualitas tidur itu menentukan tumbuh kembang dan kecerdasan anak, itu benar banget," kata dr. Jessica kepada wartawan, Rabu (29/7).
Ia menjelaskan bahwa saat anak memasuki fase deep sleep atau tidur nyenyak, tubuh akan melepaskan hormon pertumbuhan yang berperan penting dalam perkembangan fisik sekaligus fungsi otak.
Hormon tersebut umumnya diproduksi secara optimal pada rentang waktu sekitar pukul 00.00 hingga 04.00 dini hari.
Namun, fase tidur nyenyak tidak terjadi begitu saja.
Baca Juga: Dua Mahasiswa ITB Buktikan Kemampuan di Kampus Top China, Presentasi Risetnya Tuai Apresiasi
Tubuh biasanya baru mencapai tahap tersebut sekitar tiga hingga empat jam setelah seseorang mulai tidur.
Artinya, jika anak baru mulai tidur terlalu larut, kesempatan tubuh untuk memproduksi hormon pertumbuhan secara optimal dapat berkurang.
"Oleh karena itu, sering sekali terlewat masa-masa golden period untuk mengeluarkan hormon itu," jelasnya.
Dampaknya tidak hanya terlihat pada tinggi badan atau perkembangan fisik.
Anak yang kurang tidur juga cenderung mengalami penurunan konsentrasi saat berada di sekolah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs FC Nurnberg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Taklukan Tim Kasta Kedua dengan Mudah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








