Menara Syahbandar, Saksi Senja di Gerbang Laut Jakarta yang Penuh Pesona

AKURAT JAKARTA - Di tepi Jalan Pasar Ikan No. 1, Jakarta Utara, berdiri sebuah bangunan berwajah kolonial yang seakan enggan menyerah pada waktu.
Menara Syahbandar, demikian ia dikenal, telah mengawasi denyut nadi Pelabuhan Sunda Kelapa sejak tahun 1839.
Dahulu, dari puncak menara inilah petugas kolonial memantau setiap kapal yang melintas, memastikan muatan dibongkar sesuai aturan, dan pajak perdagangan tercatat rapi.
Menara Syahbandar dibangun dengan ketinggian 12 meter di atas bekas benteng VOC, tepatnya Bastion Culemborg.
Pada masa kejayaannya, ia merupakan bangunan tertinggi di Batavia sekaligus titik nol kilometer kota.
Di dalamnya tersimpan prasasti berbahasa Tionghoa yang menandai “garis bujur nol Batavia”, penanda geografis yang dahulu menjadi acuan penting pemetaan.
Baca Juga: Nostalgia Bareng Oplet Biru Si Doel di Pameran Flona 2025
Struktur tiga lantai ini cukup menantang adrenalin para pengunjung karena dihubungkan tangga kayu yang curam.
Namun, setiap pijakan seakan membayar tuntas ketika sampai di puncak: panorama Kota Tua yang klasik, perairan Sunda Kelapa yang berkilau, dan barisan kapal pinisi yang gagah bersandar di dermaga.
Hal menarik lainnya, menara ini memiliki kemiringan antara 2,5 hingga 5 derajat akibat pergeseran tanah serta getaran dari lalu lintas di sekitarnya.
Baca Juga: Rekomendasi Pameran Seni, Kuliner, dan Budaya untuk Libur Panjang Hari Kemerdekaan di Jakarta
Karena bentuknya yang miring tersebut, bangunan bersejarah ini dijuluki “Menara Miring” Jakarta oleh warga sekitar.
Seiring dibukanya Pelabuhan Tanjung Priok, fungsi menara kian meredup.
Ia sempat berganti peran menjadi kantor Syahbandar, gudang logistik pada masa pendudukan Jepang, hingga kantor pos polisi pada dekade 1950-an.
Baca Juga: Biar Liburan Makin Seru, Simak Persiapan Wajib ke Flona 2025 Berikut ini
Kini, Menara Syahbandar menjadi bagian dari Museum Bahari dan dilindungi sebagai cagar budaya.
Dengan mengunjungi menara ini, Anda dapat pengalaman perjalanan wisata serta mengenang sejarah kota Jakarta.
Bangunan unik ini juga sangat menarik untuk djadikan spot foto karena sangat indah dan penuh pesona.
Tiket masuk yang terjangkau, koleksi artefak maritim, dan suasana Kota Tua yang memikat menjadikannya destinasi yang layak singgah.
Menara Syahbandar berdiri bukan hanya sebagai bangunan tua, melainkan penjaga kisah kejayaan Sunda Kelapa di era kolonial.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!









