Jakarta

Penganiayaan Remaja di Lenteng Agung Didasari Masalah Asmara, Kapolsek: Tak Ada Toleransi Kekerasan

Fadhil Dhuha Rizqullah | 20 Agustus 2023, 22:06 WIB
Penganiayaan Remaja di Lenteng Agung Didasari Masalah Asmara, Kapolsek: Tak Ada Toleransi Kekerasan

AKURAT.CO - Kapolsek Jagakarsa, Kompol Multazam Lisendra, menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila memang ditemukanya tindak pidana pada kasus dugaan penganiayaan remaja di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu (19/8/2023).

Nantinya, Multazam akan memanggil saksi guna dimintai keterangan dalam penyelidikan, jika memang ditemukan adanya tindak pidana.

"Motif tentunya bagian yang tidak terlalu kami kedepankan. Namun apabila ada tindak pidana yang terjadi di situ melibatkan anak di bawah umur, tentunya saksi-saksi itu akan kita panggil dan kami akan mintai keterangan," katanya, Minggu (20/8/2023).

Baca Juga: Viral Video Penganiayaan Remaja di Lenteng Agung, Polisi Lakukan Penyelidikan

Adapun terkait luka yang dialami oleh korban dalam peristiwa tersebut, Multazam mengaku belum mendapat laporan resmi dari pihak medis.

Menurutnya, adanya bukti scientific yang akan menjadi acuan dalam dalam penyelidikan tindak pidana.

"Untuk luka yang menentukan dari pihak medis tentunya. Namun dari keterangan orangtua itu hanya keterangan lisan. Bukti scientific yang kami kedepankan," ucapnya.

Diketahui, antara pelaku dan korban penganiyaan sama-sama merupakan warga RW 03. Peristiwa tersebut diduga disebabkan adanya selisih paham terkait asmara.

"Ya anak remaja. Namun kan terkait perselisihan itu tindak pidananya yang kita fokuskan," kata Multazam.

Baca Juga: Terima Laporan Lewat Hotline 110, Polisi Ungkap Perdagangan Wanita di Penjaringan

Berdasarkan hal itu, Multazam menegaskan, tidak ada ruang bagi pelaku tindak kekerasan di wilayahnya.

"Bahwa warga Lenteng Agung tidak mentolelir kekerasan. Kami bersama RW 03 dan Polsek Jagakarsa, tidak mentolelir sedikitpun aksi kekerasan, baik fisik maupum verbal yang terjadi di wilayah hukum kita," ujarnya.

"Kami tidak akan main-main terkait kekerasan. Karena anak anak, remaja, harus kita lindungi sama sama," tegasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.