Jakarta

Dukung Pencabutan Bansos bagi Keluarga Pelaku Tawuran, Legislator Golkar Farah Savira: Harus Ada Efek Jera

Yusuf Doank | 22 Januari 2026, 20:06 WIB
Dukung Pencabutan Bansos bagi Keluarga Pelaku Tawuran, Legislator Golkar Farah Savira: Harus Ada Efek Jera

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, mendukung terhadap kebijakan pencabutan bantuan sosial (bansos) bagi keluarga pelaku aksi tawuran.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan sebagai bentuk efek jera sekaligus upaya menekan maraknya aksi tawuran di Ibu Kota.

Farah mengatakan, pemberian sanksi tegas penting dilakukan agar anak-anak dan pemuda yang terlibat tawuran tidak mengulangi perbuatannya.

Baca Juga: Legislator Golkar Alia Laksono Minta SKPD Lebih Transparan Soal Realisasi Aspirasi Reses 2025

Salah satu bentuk sanksi yang dinilai relevan adalah dengan tidak memberikan bantuan sosial, baik kepada pelaku maupun keluarganya.

"Sudah menjadi kesepakatan bahwa harus ada efek jera bagi anak-anak dan pemuda-pemudi yang terlibat tawuran. Salah satunya dengan tidak diberikan bantuan sosial, termasuk dalam akses bantuan pendidikan," ujar Farah kepada Akurat Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Ia menilai kebijakan tersebut sudah pantas dan layak diterapkan, mengingat masih banyak masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan bantuan sosial dan tidak memiliki catatan pelanggaran sosial seperti tawuran.

Baca Juga: Golkar Minta Bulog Perkuat Sistem Ketahanan Pangan di Wilayah Rawan Bencana

"Kita tidak ingin membiarkan pelaku tawuran tetap menerima bantuan sosial, sementara di sisi lain masih banyak warga yang membutuhkan dan tidak terlibat masalah seperti itu," katanya.

Meski demikian, Anggota Komisi E itu menekankan bahwa penerapan kebijakan pencabutan bansos harus dilakukan secara selektif dan terukur.

Pemerintah diminta memastikan pendataan dilakukan dengan jelas agar kebijakan tersebut tidak berdampak luas dan merugikan pihak yang tidak terkait.

"Yang paling penting penerapannya harus adil. Jangan sampai semua pihak terkena dampaknya tanpa kejelasan. Prinsipnya adalah memberikan efek jera, tapi tetap terpetakan dengan baik," pungkasnya.

Diketahui, aksi tawuran antarwarga kembali terjadi di Kelurahan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/1/2026).

Aksis Tawuran tersebut pecah pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB di terowongan Manggarai.

Tak hanya di Manggarai, sejumlah wilayah Jakarta lainnya seperti Klender dan Ciracas juga terjadi tawuran dalam beberapa waktu lalu. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y