Tinjau Lokbin Kramat Jati, Gubernur Pramono Gratiskan Retribusi Pedagang Selama 6 Bulan

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggratiskan retribusi bagi pedagang ikan yang direlokasi ke Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati, Jakarta Timur, selama enam bulan.
Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau kesiapan Lokbin Kramat Jati yang disiapkan untuk menampung para pedagang, Selasa (1/9/2026) malam.
Pramono mengatakan, kebijakan pembebasan retribusi itu diberikan untuk membantu para pedagang beradaptasi dengan lokasi baru setelah direlokasi dari kawasan trotoar dan badan jalan.
Baca Juga: Kondisi Lokbin Kramat Jati Jelang Diresmikan Gubernur Pramono, Pedagang Ikan Bersiap Isi Lapak
"Maka untuk itu, kami sudah memutuskan, selain memberikan ruang untuk para pedagang bisa mencari nafkah sekaligus mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik, maka untuk tempat ini, Lokbin yang ada di Kramat Jati bagi para pedagang, selama 6 bulan kami retribusi atau iurannya kami gratiskan," kata Pramono.
Setelah masa pembebasan retribusi berakhir, pedagang akan dikenakan biaya sebesar Rp180.000 per bulan atau setara Rp6.000 per hari.
"180 ribu per bulan atau 6.000 per hari. Itu yang digratiskan selama 6 bulan," ujar Pramono.
Ia menyadari proses pemindahan pedagang ke lokasi baru tidak akan mudah. Karena itu, Pemprov DKI juga akan melakukan sejumlah perbaikan fasilitas di Lokbin Kramat Jati, mulai dari pengaturan saluran air hingga sirkulasi udara.
Politikus PDIP itu mengatakan, pemerintah berencana memasang kipas angin dan melakukan berbagai pembenahan lainnya untuk memberikan kenyamanan bagi pedagang.
"Karena kami tahu pasti di awal-awal pemindahan ini bagi para pedagang pasti berat," ucapnya.
Dalam penataan kawasan tersebut, Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah lokasi bagi ratusan pedagang di kawasan Kramat Jati.
Sebanyak 193 pedagang ikan ditempatkan di Lokbin Kramat Jati, sementara pedagang lainnya disiapkan lokasi di Pasar Kramat Jati Sektor 7, Lokbin Cililitan, dan sejumlah pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.
Diketahui, relokasi para pedagang tersebut dilakukan usai seorang pelajar berinisial HH (17) tewas dalam kecelakaan di Jalan Raya Bogor, depan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
HH saat itu mengendarai sepeda motor Honda Beat dari arah utara menuju selatan.
Kecelakaan tersebut kemudian menjadi sorotan lantaran lokasi kejadian berada di kawasan yang terdapat aktivitas pedagang ikan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








