Dongeng Anak: Sejarah Elang Memusuhi Ayam

AKURAT JAKARTA - Di suatu masa ketika hewan-hewan masih bisa saling berbicara dan hidup rukun, ada sebuah kisah tentang persahabatan yang sangat indah antara ayam dan elang.
Mereka selalu bersama, saling menolong, dan tak pernah curiga satu sama lain.
Namun, suatu kejadian kecil ternyata mampu mengubah segalanya.
Baca Juga: Mau ke Ragunan Saat Nataru? Ini Hal Penting yang Harus Kamu Tahu
Mari kita ikuti kisah mereka dalam dongeng berjudul "Sejarah Elang Memusuhi Ayam" yang diambil langsung dari channel Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat.co.
Sejarah Elang Memusuhi Ayam
Dahulu kala, ayam dan elang adalah dua sahabat yang sangat akrab.
Baca Juga: Dari Bogor hingga Bali, Taman Safari Ajak Kamu Belajar Sambil Berwisata di Libur Akhir Tahun
Mereka selalu bersama, berbagi makanan, dan saling menolong.
Persahabatan mereka terkenal di antara hewan-hewan lain di hutan.
Setiap hari mereka mencari makan bersama.
Baca Juga: Wi-Fi Gratis di Bandara Aman? Fakta yang Mungkin Belum Kamu Sadari Saat Liburan
Elang mencari di udara, sedangkan ayam mencari di tanah.
Meski berbeda cara, mereka tetap saling membantu dan tak pernah bertengkar.
Suatu hari, ayam jantan sedang sibuk mencari cacing di pinggir hutan.
Baca Juga: Dongeng Anak: Tiga Ekor Kambing dan Serigala
Tiba-tiba seekor kucing hutan muncul dari balik semak dengan mata lapar menatap tajam ke arah ayam.
Si ayam jantan langsung berlari secepat mungkin.
Tapi kucing hutan tak menyerah, terus mengejar dengan langkah besar dan napas memburu.
Baca Juga: Delapan Bahan Dapur yang Diam-Diam Bikin Kulkas Bau
Saat itu, ayam belum bisa terbang.
Ia hanya bisa berlari di tanah, sayapnya bahkan tak kuat untuk melayang sedikit pun.
Dari atas langit, elang melihat sahabatnya dalam bahaya.
Baca Juga: Terasa Bersih tapi Salah Ketahui 4 Kesalahan Mandi yang Mungkin Sering Kamu Lakukan
Dengan cepat, ia menukik turun, mengepakkan sayap kuatnya, dan menakuti kucing hutan hingga lari terbirit-birit.
“Terima kasih, sahabatku!” kata ayam jantan terengah-engah.
“Andai aku bisa terbang seperti kamu, aku tak akan mudah diserang.”
Baca Juga: Rahasia Rumah Tangga Bahagia: 5 Kebiasaan Kecil yang Efeknya Besar
Elang tersenyum. “Aku bisa menolongmu. Aku punya jarum emas ajaib. Dengan jarum itu, aku bisa menyulam sayapmu agar kau bisa terbang.”
Ayam jantan sangat gembira.
Ia berjanji kepada elang untuk menjaga jarum itu baik-baik, lalu mulai menyulam sayapnya sedikit demi sedikit.
Baca Juga: Tampak Bersih, Tapi Banyak Kuman: 5 Benda Rumah yang Wajib Kamu Perhatikan Kebersihannya
Tak lama kemudian, ia pun bisa melayang rendah.
Saat ayam jantan sedang berlatih terbang, ayam betina datang menghampiri.
Ia kagum melihat kemampuan baru ayam jantan.
Baca Juga: Jangan Asal Makan, Kenali 5 Kombinasi Durian yang Bisa Bikin Tumbang
“Wah, hebat sekali! Boleh aku coba juga?” pintanya manja.
Ayam jantan yang terlalu senang lupa pada janjinya kepada elang.
“Tentu! Ambillah jarumnya, ada di atas batu itu,” katanya tanpa berpikir panjang.
Baca Juga: Turun Berat Badan Tanpa Ribet: 5 Kebiasaan yang Diam-Diam Efektif
Ayam betina pun segera menyulam sayapnya sendiri.
Karena tak sabar, ia berkali-kali mencoba terbang sebelum selesai menyulam sayapnya.
Namun saat mereka hendak melanjutkan menyulam, jarum emas itu tiba-tiba hilang.
Baca Juga: Dongeng Anak: Keledai dan Sapi Kena Batunya
Mungkin terpelanting oleh kibasan sayap ayam betina tadi.
“Wah, gawat! Kau taruh di mana jarum itu?” tanya ayam jantan panik.
“Aku tidak tahu, mungkin jatuh,” jawab ayam betina ketakutan.
Baca Juga: Tahun Baru di TMII Tanpa Kembang Api tapi Diganti dengan Doa Seribu Lilin yang Bikin Haru
Mereka berdua mencari sepanjang hari, mencakar-cakar tanah dengan paruh dan kaki.
Namun hingga malam tiba, jarum itu tak juga ditemukan.
Bahkan setelah tiga hari mencari, hasilnya tetap nihil.
Baca Juga: Car Free Night di Puncak: Jalur Dialihkan, Ini Aturan Lengkapnya
Akhirnya elang datang untuk mengambil kembali jarumnya.
Tapi begitu tahu jarum emas itu hilang, elang marah besar.
Ia merasa dikhianati oleh sahabatnya.
Baca Juga: Harga Tiket Museum Nasional 2026 Naik, Kamu yang Mau Berkunjung Wajib Tahu Biar Nggak Kaget
“Mulai hari ini, keturunanmu tidak akan pernah aman dari bangsaku!” teriak elang.
Sejak saat itu, elang selalu menyambar anak ayam.
Ayam pun terus mencakar tanah berharap menemukan jarum emas yang hilang, dan mencari perlindungan kepada manusia untuk melindungi anak-anaknya dari ancaman elang.
Baca Juga: Ternyata Urus Paspor di Mall Bisa Sepraktis Ini, Sudah Tahu Lokasinya?
Sejak saat itu pula, ayam dan elang tidak pernah lagi hidup sebagai sahabat.
Semua hewan akhirnya mengerti bahwa kepercayaan adalah hadiah yang sangat berharga, dan sekali hilang, sulit untuk dikembalikan seperti semula.
Bagi ayam, penyesalan datang terlambat, sementara bagi elang, luka di hatinya membuatnya menyimpan kemarahan turun-temurun.
Baca Juga: Dongeng Anak: Kancil Ngadalin Harimau Jahat
Versi animasi "Sejarah Elang Memusuhi Ayam" ini bisa ditonton di LINK ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









