Jakarta

Dongeng Anak: Penggembala & Misi Penyelamatan Kambing

Anggerhana Denni Rahmawati | 11 Januari 2026, 21:00 WIB
Dongeng Anak: Penggembala & Misi Penyelamatan Kambing

AKURAT JAKARTA - Di sebuah desa yang tenang, tempat rumput hijau tumbuh subur dan kambing-kambing hidup damai, tinggal seorang penggembala muda bernama Askar.

Setiap hari, ia menjaga kambing dengan penuh tanggung jawab dan hati gembira.

Namun, suatu pagi yang cerah berubah menjadi hari penuh kejutan dan petualangan.

Baca Juga: Rahasia Makan Malam: 5 Menu Makanan Sebelum Tidur yang Bantu Berat Badan Naik Secara Sehat

Inilah kisah seru tentang keberanian, kecerdikan, dan kerja sama dalam sebuah misi penyelamatan yang tak terlupakan.

Kisah berjudul "Pengembala & Misi Penyelamatan Kambing" ini diambil langsung dari Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat Jakarta.

Pengembala & Misi Penyelamatan Kambing

Baca Juga: Mengenal Lima Jenis Garam dan Perannya bagi Kesehatan Tubuh

Suatu pagi, Askar si penggembala muda sedang bersiul riang sambil menghitung kambing.

“Satu, dua, tiga puluh lima… eh?!” Ia mengucek mata. “Lho kok lima ekor ilang?!” katanya

Panik, Askar berlari ke rumah tuannya.

Baca Juga: Manfaat Minum Air Chia Seed untuk Kesehatan dan Detoksifikasi Tubuh

“Tuan! Lima kambing hilang!” katanya.

Saudagar itu menghela napas panjang. “Hmm… kambing itu bukan hilang, tapi diculik! 

Saudagar lalu memberi perintah, "Bawa dua anjing pelacak kita. Cepat!”

Baca Juga: Dongeng Anak: Kelinci Pemberani dan Payung Ajaib

Anjing pelacak, Raja dan Bintang, langsung “siap komandan!”.

Askar dan Anjing Pelacak berangkat.

Raja mengendus-endus tanah, Bintang malah sempat bersin.

Baca Juga: Selama Ini Dibuang, Kulit Apel Justru Punya Banyak Manfaat

“Hachoo! Aduh, debunya bikin gatal hidung,” katanya (seolah-olah bicara). Askar pun menepuk dahinya.

Mereka melewati ladang jagung. Raja tiba-tiba berhenti.

“Ada jejak!” katanya dengan gonggongan keras.

Baca Juga: Emas UBS Meroket di Pegadaian, Simak Rincian Harganya

Ternyata… jejak sandal nenek penjual jagung bakar. Askar sampai ngakak. “Salah jejak, Ra!”

Setelah mutar-mutar, akhirnya mereka sampai di hutan.

Tiba-tiba terdengar “Mbeekkk!” suara kambing. Tapi kok terdengar sumbang, seperti kambing lagi latihan menyanyi.

Baca Juga: Lima Rekomendasi Destinasi Akhir Pekan di Jakarta, Mulai Wisata Edukatif hingga Konser Musik

Dari balik pepohonan, Askar dan anjing pelacaknya melihat kambing dan pencuri.

“Hahaha! Kambing-kambing ini akan jadi sup kambing!” teriak salah satu.

Yang lain protes, “Eh, aku maunya sate, bukan sup!” Mereka malah berdebat sendiri.

Baca Juga: Investor Simak! Rincian Harga Emas Antam dan Ketentuan Pajak Terbaru per 10 Januari

Itu kambing tuanku! Kembalikan!” ujar Askar tegas.

Tapi pencuri menatapnya dengan seram.

Untung Raja dan Bintang maju sambil menggonggong.

Baca Juga: Dongeng Anak: Legenda Dewi Sri: Asal Muasal Padi

Salah satu pencuri terkejut hampir terjungkal karena nginjak lumpur.

Karena kalah jumlah, Askar tak bisa langsung melawan.

Ia pun berpura-pura menyerah. “Ya sudah deh, kalau begitu aku pulang saja…” katanya sambil mengedip ke anjing-anjingnya.

Baca Juga: Komdigi Blokir Sementara Akses Grok

Diam-diam, Askar mengikuti pencuri dari jauh.

Ia mencatat: pohon miring, batu besar, dan semak berbentuk mirip jenggot kakek-kakek. “Aha! Ini gampang diingat.”

Askar berlari ke desa. Ia mengajak Pak Tarmo si tukang kayu kuat, Mas Jalu si pemburu nyentrik, dan Lestari yang punya peluit ajaib untuk memanggil anjing desa.

Baca Juga: Rahasia Sayap Ayam Crispy Meski Digoreng Pakai Sedikit Minyak

“Misi penyelamatan kambing dimulai!” kata Askar seperti jenderal perang.

Menjelang malam, mereka mendekati sarang pencuri.

Ternyata pencuri-pencuri itu lagi sibuk main kartu dengan kambing sebagai taruhan!

Baca Juga: Panduan Aman Mencuci Buah dari Kotoran dan Residu Pestisida demi Kesehatan Tubuh

“Kalah lagi, kambingnya punyamu!” kata satu pencuri.

Pak Tarmo memberi kode. Raja menggonggong dari depan, Bintang dari samping.

Mas Jalu berteriak, “Tangkap pencuri kambing!” Para pencuri panik, kursi terbalik, kartu beterbangan ke udara.

Baca Juga: Membaca Kode Buah di Supermarket, Langkah Kecil Melindungi Kesehatan Tubuh

Para pencuri kabur terbirit-birit.

Satu jatuh ke sungai, satunya tersangkut di dahan, satunya lagi lari sambil teriak, “Aku nggak mau makan sate lagi!!”

Sementara itu, Askar dan Lestari cepat-cepat melepaskan ikatan kambing.

Baca Juga: Membaca Kode Buah di Supermarket, Langkah Kecil Melindungi Kesehatan Tubuh

Salah satu kambing malah sempat mengembik, “Mbeek, terima kasih, aku sudah kram berdiri lama banget!”

Akhirnya, kelima kambing selamat. Askar memeluk mereka sambil ketawa.

“Kalian bikin aku lari marathon hari ini!” katanya. Kambing-kambing malah menjilati pipi Askar. 

Baca Juga: Bahaya Menyemprot Parfum di Leher yang Jarang Disadari, Ini Penjelasan Medisnya

Keesokan harinya, Tuan Saudagar mendengar cerita itu sambil terkekeh.

“Kau pintar sekali, Askar. Rupanya pencuri lebih takut sama kerjasama dan kecerdikan, bukan cuma kekuatan.” 

 

Sejak kejadian itu, Askar dikenal sebagai gembala yang cerdas dan berani di desanya.

Baca Juga: 5 Makanan Juara Mengandung Kolagen dan Manfaat Pentingnya bagi Kesehatan Tubuh

Ia belajar bahwa menghadapi masalah tidak selalu harus dengan tenaga, tetapi juga dengan akal dan kebersamaan.

Kambing-kambing pun kembali hidup tenang, sementara desa dipenuhi tawa dan rasa syukur.

Dongeng ini mengajarkan kamu bahwa kerja sama, keberanian, dan kecerdikan akan selalu membawa akhir yang bahagia.

Baca Juga: Buah Delima, Rahasia Super Anti Aging Alami yang Menjaga Kulit Tetap Muda dan Sehat

Versi animasi Sumbangan Kecil untuk Kancil ini bisa kamu tonton lewat LINK ini. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.