Jakarta

Benarkah Minum Teh Setelah Makan Berisiko Kesehatan? Simak Kandungannya di Sini

Ainun Kusumaningrum | 23 September 2025, 20:10 WIB
Benarkah Minum Teh Setelah Makan Berisiko Kesehatan? Simak Kandungannya di Sini

AKURAT JAKARTA – Banyak orang memiliki kebiasaan mengakhiri santapan dengan secangkir teh hangat. Ternyata, kebiasaan ini tidak selalu baik untuk kesehatan.

Minum teh tepat setelah makan dapat menimbulkan beberapa dampak negatif yang perlu diwaspadai.

Menurut laman halodoc.com, teh mengandung asam fitat yang dapat menghambat penyerapan zat besi, seng, dan magnesium. Jika kebiasaan ini dilakukan secara rutin, risiko anemia dapat meningkat.

Baca Juga: Indonesia Perlu UU Anti-Flexing, Langkah Jaga Kesehatan Sosial dan Cegah Tindak Pidana

Selain itu, tanin dalam teh bersifat astringen, yang berpotensi memperlambat kerja usus dan memicu sembelit atau diare pada sebagian orang.

Bagi penderita masalah lambung seperti maag atau GERD, minum teh setelah makan juga dapat menstimulasi produksi asam lambung berlebih, menyebabkan gejala seperti perih, mual, dan heartburn.

Meskipun studi pada 2019 menunjukkan bahwa teh secara umum tidak berhubungan langsung dengan GERD, risiko dapat meningkat pada beberapa individu.

Baca Juga: Kapal Layanan Kesehatan Hadir di Kepulauan Seribu, Legislator Golkar Sebut Tak Ada Lagi Timpang Wilayah Daratan dan Kepulauan

Untuk menjaga kesehatan, disarankan untuk memberi jeda 30-60 menit setelah makan sebelum menikmati teh. Alternatif lainnya adalah memilih teh herbal tanpa kafein atau sekadar minum air putih yang justru membantu melancarkan pencernaan.

Kesimpulannya, minum teh setelah makan sesekali tidak menjadi masalah. Namun, sebaiknya jangan menjadikannya kebiasaan sehari-hari. Bijaklah dalam mengatur waktu dan porsi agar dapat menikmati teh tanpa mengganggu kesehatan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.