Jakarta

Terungkap! 5 Makanan yang Paling Direkomendasikan Dokter Pasca Operasi

Zainal Abidin | 10 Desember 2025, 08:00 WIB
Terungkap! 5 Makanan yang Paling Direkomendasikan Dokter Pasca Operasi

AKURAT JAKARTA - Ketika memasuki masa pemulihan, banyak orang mencari makanan pasca operasi yang tepat agar tubuh bisa kembali kuat dengan cepat.

Pilihan makanan sehat untuk pemulihan sangat berpengaruh karena kondisi tubuh setelah tindakan medis biasanya lebih sensitif.

Bahkan beberapa makanan yang dianjurkan setelah operasi memiliki peran khusus dalam mengurangi nyeri, mencegah infeksi, hingga mempercepat penyembuhan jaringan.

Baca Juga: Kelihatan Sehat tapi Berbahaya, 5 Olahraga ini Justru Bisa Merusak Fungsi Ginjal

Berdasarkan rekomendasi Vinmec (9/12/2025), ada lima jenis makanan dan buah yang paling cocok kamu konsumsi selama masa pemulihan medis.

Setiap bahan memiliki manfaat spesifik, mulai dari mengatasi mual, menjaga kesehatan jantung, hingga membantu perbaikan jaringan luka.

Dengan memahami fungsinya, kamu bisa memilih menu yang bukan hanya aman tetapi juga benar-benar membantu tubuh memulihkan diri secara optimal.

Baca Juga: Mengapa Pijat Refleksi Bisa Kurangi Nyeri? Ini Penjelasan yang Perlu Kamu Ketahui

1. Jahe untuk Mengurangi Mual

Sensasi hangat jahe membantu tubuh lebih mudah menyesuaikan suhu, apalagi jika jahe dipadukan dengan makanan bersuhu dingin.

Penelitian menunjukkan bahwa jahe mengandung senyawa antibakteri yang meningkatkan ketahanan tubuh dan menurunkan risiko infeksi.

Baca Juga: 7 Makanan Penurun Tekanan Darah yang Jarang Diketahui, Efeknya Nyata!

Konsumsi 0,5–1 gram per hari terbukti membantu mengurangi mual, termasuk pada pasien kemoterapi.

2. Alpukat untuk Pasien Operasi Jantung atau Stroke

Alpukat kaya lemak tak jenuh tunggal yang sangat baik bagi kesehatan jantung.

Baca Juga: 5 Penyebab Benjolan di Belakang Telinga yang Sering Diabaikan

Konsumsinya membantu menurunkan kolesterol LDL dan mencegah gangguan metabolik penyebab stroke serta penyakit jantung.

Untuk kamu yang baru menjalani operasi jantung atau pemulihan pasca-stroke, alpukat mendukung daya tahan tubuh dan membantu mengontrol peradangan.

Lemak sehatnya juga berperan dalam regenerasi jaringan tubuh.

Baca Juga: Malam Tahun Baru 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading Hadirkan Kahitna, Yovie & Nuno, hingga Bernadya, Segini Harga Tiketnya!

Selain itu, alpukat bisa menggantikan lemak jenuh seperti mentega atau daging olahan sehingga risiko kekambuhan penyakit kardiovaskular dapat ditekan.

3. Kunyit untuk Meredakan Nyeri Pasca Bedah

Kunyit adalah rempah antiradang kuat yang membantu mengurangi rasa nyeri setelah efek anestesi hilang.

Baca Juga: Bukan Cuma Kerja Keras, Ini 8 Sifat Paradoks yang Diam-Diam Dimiliki Orang Sukses

Senyawa kurkumin di dalam kunyit membantu meredakan peradangan, mendukung detoksifikasi, dan mempercepat penyembuhan luka.

Tak heran kunyit sering direkomendasikan untuk pasien pasca operasi maupun wanita setelah melahirkan.

Selain mengurangi nyeri, kunyit juga mempercepat regenerasi jaringan sehingga proses pemulihan berlangsung lebih optimal.

Baca Juga: Dulu Sederhana, Kini Mewah, Ini 8 Keseruan Boomers yang Kini Hampir Mustahil Dinikmati Gen Z

4. Apel untuk Pemulihan Pasca Operasi Jantung

Apel kaya serat dan polifenol yang membantu menjaga kesehatan jantung.

Serat larutnya menurunkan kolesterol LDL, sementara polifenolnya berperan sebagai antioksidan yang mengurangi peradangan.

Baca Juga: Tak Disangka, Makanan Sehat Ini Justru Bisa Memicu Kentut Berlebihan

Bagi pasien pasca operasi jantung, apel menjadi buah yang aman karena tidak mengandung lemak jenuh, natrium, maupun kolesterol.

Kandungan airnya juga menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Serat, antioksidan, dan teksturnya yang mudah dicerna menjadikan apel pilihan aman untuk dikonsumsi selama masa pemulihan.

Baca Juga: Tak Perlu Panik, Ini Langkah Mudah Atasi Bau Mulut Akibat Bawang Putih

5. Jamur untuk Bantu Penyembuhan Luka

Jamur kaya polisakarida yang berfungsi mempercepat proses penyembuhan luka.

Senyawa aktif ini merangsang sel imun, mendukung pembentukan jaringan baru, dan menekan peradangan setelah operasi.

Baca Juga: Kamu Wajib Tahu! 5 Makanan yang Bikin Tubuh Harum dan Napas Segar dari Dalam

Antioksidan dalam jamur juga membantu melindungi jaringan dari kerusakan tambahan selama pemulihan.

Selain itu, jamur berperan sebagai prebiotik yang menyeimbangkan mikrobiota usus sehingga sistem imun bekerja lebih optimal. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.